Breaking News:

Dua Wanita Bertato Ditangkap Polisi di Cirebon, Lakukan Penganiayaan Pakai Pisau Lipat

Polisi menangkap tiga pelaku penganiayaan di Kota Cirebon, dua di antaranya wanita bertato.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Para tersangka penganiayaan saat digelandang ke Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Jumat (20/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Petugas Polres Cirebon Kota meringkus dua wanita bertato asal Kota Cirebon yang masing-masing berinisial NR dan TR.

Pasalnya, kedua wanita tersebut terbukti terlibat penganiayaan bersama warga Indramayu berinisial AM yang juga telah diamankan Polres Cirebon Kota.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Ariek Indra Sentanu, mengatakan, aksi penganiayaan yang melibatkan ketiganya terjadi di Jalan Kanggraksan, Kota Cirebon, pada Senin (2/1/2023) kira-kira pukul 21.00 WIB.

Bahkan, menurut dia, ketiga tersangka menganiaya korban secara membabi buta menggunakan pisau lipat hingga mengalami luka tusukan hampir di sekujur badannya.

"Korban mendapat luka tusukan di kepala, leher, dada, punggung, pinggang, paha, dan lainnya," kata Ariek Indra Sentanu saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Jumat (20/1/2023).

Ia mengatakan, para tersangka yang menusuk korban secara bergantian menggunakan pisau lipat juga terbukti menendang dan memukulnya.

Karenanya, korban yang langsung dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah kejadian hingga kini masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis.

Selain itu, pihaknya pun telah mengamankan pisau lipat dari tangan AM yang sempat digunakan untuk menganiaya korban secara membabi buta.

"Kami bertindak cepat setelah menerima laporan peristiwa tersebut dan berhasil mengamankan para tersangka sehari setelah kejadian," ujar Ariek Indra Sentanu.

Saat ini, para tersangka berikut seluruh barang bukti juga telah diamankan ke Mapolres Cirebon Kota untuk mejalani pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka tersebut dijerat Pasal 170 KUHP dan diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

"Saat ini, kami masih memburu seorang tersangka lain yang terlibat kasus ini, dan identitasnya sudah didapat serta telah ditetapkan DPO," kata Ariek Indra Sentanu.

Baca juga: Tidak Hanya kepada Korban, Pria yang Mencabuli Murid SD di Cirebon Turut Mengancam Neneknya

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved