Waspada! Mulai Hari Ini, Selama Dua Pekan Pesisir Jabar Berpotensi Banjir Rob

BMKG merilis potensi banjir pesisir atau banjir rob terjadi di wilayah pesisi Indonesia selama dua pekan.

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/M Rizal Jalaludin
Ilustrasi Pantai Karang Hawu Sukabumi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - BMKG merilis potensi banjir pesisir atau banjir rob terjadi di wilayah pesisi Indonesia selama dua pekan.

Dalam keterangannya, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, untuk wilayah pesisir Jawa Barat (Jabar) berpotensi banjir rob mulai hari ini, tanggal 17 - 29 Januari 2023, atau sekitar dua pekan.

Baca juga: Gempa Terkini M 2,7 Guncang Kabupaten Bandung, BMKG: Kedalamannya 10 Km

Ia menjelaskan, banjir rob berpotensi terjadi akibat adanya fenomena super new moon atau fase bulan baru yang bersamaan dengan perigee (jarak terdekat bulan ke bumi).

"Pada tanggal 21 Januari 2023 berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia," ujarnya, Selasa (17/1/2023).

Wilayah pesisir Indonesia berpotensi banjir rob diantaranya pesisir Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Kep. Riau, Bangka Belitung, utara DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, Maluku, pesisir utara Papua, Papua Selatan.

"Potensi banjir pesisir (rob) ini berbeda waktu (hari dan jam) di tiap wilayah, yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir,bseperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat," kata Teguh.

BMKG menginbau masyarakat untuk waspada mengantisipasi dampak banjir rob tersebut.

"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," ujar Teguh.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved