Breaking News:

Teror Macan di Perhutani Kuningan Selatan, BKSDA Resor Cirebon: Ini Menyangkut Keselamatan Warga

Teror macan yang mengancam kenyamanan dan keselamatan nyawa warga Kuningan selatan, mendapat tanggapan dari Kepala BKSDA

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Ist/tangkapan video WAG
Foto Ilustrasi. tangkapan video macan tutul di atas pohon di Kuningan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Teror macan yang mengancam kenyamanan dan keselamatan nyawa warga Kuningan selatan, mendapat tanggapan dari Kepala BKSDA Resor Cirebon, Slamet Priyambada.

"Iya, kenapa kami sangat serius terhadap kemunculan teror macan yang terjadi di Kuningan selatan. Sebab, ini menyangkut keamanan, kenyamanan serta keselamatan nyawa warga di sana," kata Slamet saat berbincang dengan TribunCirebon.com, Sabtu (14/1/2023).

Melihat kasus teror macan di kawasan Perhutani di Kuningan selatan. Ini menjadi kajian lingkungan serta pendalaman terhadap lokasi tersebut.

Baca juga: Muncul Teror Macan di Kuningan, Petugas BKSDA Siap Lakukan Hal Ini

"Dengan kemunculan macan hingga diketahui warga. Kami akan lakukan kajian lingkungan dan kordinasi dengan pihak perhutani. Apalagi kawasan itu merupakan habitat atau koridor, daripada peredaran macan tersebut," katanya.

Intinya, kata Slamet Priyambada, BKSDA senantiasa memberikan pendampingan sekaligus pemberitahuan kepada masyarakat, sehingga tidak terjadi hal yang tidak inginkan.

"Dari kejadian ini, kami akan koordianasi dan terjun ke lapangan, dalam mengedukasi warga sekitar, agar terhindar dari hal yang tidak di inginkan terjadi. Dalam agenda, kami secepatnya terjun melihat situasi lingkungan  tegalannya," katanya.

Diberitakan sebelmunya, sejumlah petani kopi memilih berhenti melakukan aktivitas dan penggarapan di lahan yang biasa dikelola secara pribadi setelah melihat wujud macan di kawasan lahan Perhutani wilayah Kuningan selatan,

"Kabar petani kopi dan palawija pilih berhenti dan tidak melakukan penggarapan lahan yang dikelolaannya, itu benar dan menimpa pada warga desa kami yang berdomisili di Kampung Ciawi," kata Kepala Desa Selajambe, Didi saat memberikan keterangan kepada TribunCirebon.com, Kamis (12/1/2023).

Baca juga: Petani Kopi di Kuningan Berhenti Menggarap Lahan Usai Lihat Macan Sebesar Domba Tangkas

Didi mengungkap, tidak banyak petani yang terlibat langsung mengelola lahan di Perhutani sebagai penggarap tanaman kopi dan palawija.

Namun, hal ini jelas menjadi dampak dan menjadi pekerjaan rumah pemerintah desa sebagai pelayan masyarakat.

"Ya, dengan adanya petani yang pilih berhenti menggarap lahan pertanian di lahan Perhutani. Tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami sebagai penyelenggara pemerintahan. Bayangkan saja, petani biasa mendapat keuntungan dari hasil tanaman yang diolahannya, kini mereka berhenti karena takut ancaman macan tersebut," ujarnya.

Diungkapkan Didi, para petani itu berhenti menggarap lahan setelah melihat langsung sosok macan di beberapa titik bebatuan di lahan perhutani tersebut.

"Jadi menurut petani yang sudah melihat sosok macan saat di lahan garapan. Sekarang dia, seperti ketakutan dan sangat depresi hingga sering menghabiskan waktu di sekitaran tempat tinggalnya saja," katanya.

Sebab, masih kata Didi, saat melihat sosok kucing buas itu postur tubuh macan hampir sebesar domba tangkas ukuran dewasa.

Jumlah macan besar dengan postur besar itu ada sebanyak 4 ekor dan lebih dari 5 anakan macan berada di sekitarnya.

"Kata petani yang cerita ke saya, saat dia melihat macan itu posturnya gede, ukurannya lebih besar dari domba tangkas. Tinggi badannya diatas satu meter dan panjang hampir dua meter, belum termasuk ekornya," ujarnya.

Menyinggung soal pekerja rumah bagi pemerintah, Didi mengungkap, hingga kini belum menyiapkan bentuk pekerjaan apa yang biasa dijadikan pengganti dari kebiasaannya sebagai petani kopi atau palawija.

"Soal pekerjaan rumah bagi kami. Dalam pemberdayaan masih disesuaikan dengan kegiatan sosial di lingkungan. Yang penting mereka bisa bertahan dan bisa menutupi kebutuhan hajat hidup keluarganya," katanya. 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved