Breaking News:

Prajurit TNI Meninggal Akibat Tertimpa Tembok Rumah Warga Terdampak Gempa Cianjur

prajurit TNI Batalyon 312/Kala Hitam, Prada Yakis Kogoya meninggal dunia akibat tertimpa tembok rumah warga yang rusak terdampak gempa

Tribun Jabar/Fauzi
Sejumlah anggota TNI saat mengevakuasi korban tertimbun di Kampung Jenggung RT 02/04 Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. 

Laporan kontributor Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.  


TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR -Seorang prajurit TNI Batalyon 312/Kala Hitam, Prada Yakis Kogoya meninggal dunia akibat tertimpa tembok rumah warga yang rusak terdampak gempa bumi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di Kampung Jenggung RT 02/04 Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.


Informasi yang dihimpun, peristiwa itu berawal saat korban yang tergabung dalam Satgas Bencana Alam Cianjur itu tengah melakukan pembersihan puing-puing bangunan rumah warga yang rusak terdampak gempa bumi pada Selasa (10/1/2023).

Baca juga: Gempa Terkini, 3 Wilayah di Indonesia Diguncang Gempa, Ada yang Berpusat di Sukabumi


Danrem 061/SK, Brigjen Rudi Saladin mengatakan peristiwa itu terjadi saat korban bersama puluhan prajurit lainnya melakukan proses pembersihan puing-puing bangunan rumah warga yang rusak terdampak gempa bumi Cianjur.


"Saat tengah melakukan proses pembersihan di salah satu rumah warga yang rusak terdampak gempa bumi Cianjur, korban bersama beberapa rekannya mencoba merobohkan tiang pondasi rumah dan tiba-tiba saja ambruk menimpa korban," kata Rabu (11/1/2023)

Sejumlah anggota TNI saat mengevakuasi korban tertimbun di Kampung Jenggung RT 02/04 Desa Benjot, Kecamatan Cugenag, Kabupaten Cianjur.
Sejumlah anggota TNI saat mengevakuasi korban tertimbun di Kampung Jenggung RT 02/04 Desa Benjot, Kecamatan Cugenag, Kabupaten Cianjur. (Tribun Jabar/Fauzi)


Jasad korban lanjut dia, langsung dievakuasi dan dibawa kamar jenazah RSUD Sayang Cianjur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


"Proses evakuasi korban membutuhkan waktu sekitar satu jam, karena terkendala alat. Jasadnya langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD Sayang Cianjur," katanya.

Baca juga: Tanggapi Keluhan Korban Gempa Cianjur, BPBD Sebut Stok Bahan Pokok Cukup Untuk 3-5 Hari


Rudi menyebutkan, proses pembersihan puing-puing dan material bangunan rumah warga yang rusak berat terdampak gempa bumi saat ini terkendala minimnya alat berat sehingga sebagian dilakukan dengan cara manual.


"Jumlah alat berat yang diterjunkan sebanyak 54 unit dan ini jumlahnya masih kurang. Idealnya kita harus menyiapkan 120 unit alat berat untuk mempercepat proses pembersihan puing-puing dan material bangunan yang rusak terdampak gempa bumi Cianjur," ujarnya.


Rudi menambahkan, jenazah korban langsung dibawa ke Jakarta untuk selanjutnya diterbangkan menggunakan pesawat ke kampung halamannya di Wamena, Papua.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved