Breaking News:

Protes Pelantikan Lula da Silva, Pendukung Jair Bolsonaro Serbu Istana Presiden Brasil

Ribuan pengunjuk rasa yang mendukung mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro menyerbu gedung Kongres dan gedung Mahkamah Agung negara.

Twitter AFP
Pendukung mantan presiden Jair Bolsonaro menyerang Kongres Brasil, istana kepresidenan, dan Mahkamah Agung 

TRIBUNCIREBON.COM- Ribuan pengunjuk rasa yang mendukung mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro menyerbu gedung Kongres dan gedung Mahkamah Agung negara, di ibukota Brasília, Minggu (8/1/2023).

Banyak dari mereka yang menyerukan intervensi militer untuk menyingkirkan Luiz Inácio Lula da Silva, pemimpin sayap kiri yang menjabat minggu lalu.


Dikutip dari Wall Street Journal, pada tayangan televisi menunjukkan pengunjuk rasa memecahkan jendela di dalam Kongres dan mengerumuni pintu masuk istana kepresidenan.

Banyak pengunjuk rasa yang mengenakan warna nasional hijau dan kuning Brasil, saat polisi anti huru hara tiba di tempat kejadian.

Pendukung mantan presiden Jair Bolsonaro menyerang Kongres Brasil, istana kepresidenan, dan Mahkamah Agung
Pendukung mantan presiden Jair Bolsonaro menyerang Kongres Brasil, istana kepresidenan, dan Mahkamah Agung (Twitter AFP)


Da Silva, yang berada sekitar 500 mil jauhnya dari ibu kota pada hari Minggu mengunjungi korban banjir di negara bagian São Paulo, menyebut para pengunjuk rasa sebagai "fasis fanatik", dan mendekritkan intervensi federal negara bagian di Brasília, tindakan darurat yang akan dilakukan oleh pemerintah federal untuk sementara menggantikan otoritas negara bagian yang bertanggung jawab atas keamanan publik.

Pemimpin berusia 77 tahun itu, pembawa standar sayap kiri Amerika Latin, menuduh polisi militer Brasília tidak bertindak menahan para pengunjuk rasa, banyak dari mereka telah berbaris selama lebih dari satu jam untuk sampai ke istana kepresidenan.

“Mereka sama sekali tidak melakukan apa-apa,” kata da Silva tentang polisi militer, yang menghitung banyak pendukung Bolsonaro di antara jajarannya.

Dikutip dari Barron.com, rekan-rekan pemimpin Amerika Selatan di Chili, Kolombia, dan Venezuela menyesalkan aksi massa tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menulis tweet dukungannya untuk Luiz Inacio Lula da Silva, sayap kiri yang menjabat sebagai pemimpin Brasil seminggu yang lalu.

"Keinginan rakyat Brasil dan institusi demokrasi harus dihormati!" tweet Macron.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan tweeted bahwa Biden "mengikuti situasi dengan cermat dan dukungan kami untuk institusi demokrasi Brasil tidak tergoyahkan."

Pejabat tinggi urusan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, men-tweet bahwa dia "terkejut dengan tindakan kekerasan dan pendudukan ilegal di kawasan pemerintahan Brasilia oleh ekstremis kekerasan hari ini...

"Demokrasi Brasil akan menang atas kekerasan dan ekstremisme," tambahnya.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menulis tweet: "Lula tidak sendirian, dia mendapat dukungan dari kekuatan progresif negaranya, Meksiko, benua Amerika dan dunia."

Presiden Chili Gabriel Boric mengecam "serangan pengecut dan keji terhadap demokrasi" dan mengatakan pemerintah Lula mendapat "dukungan penuh" dari Chili.

Pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, mengutuk apa yang disebutnya "kelompok neofasis" yang berusaha menggulingkan Lula.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menawarkan solidaritas dan mengutuk apa yang dia gambarkan sebagai tindakan anti-demokrasi yang ditujukan untuk "menimbulkan kekacauan dan tidak menghormati keinginan rakyat."

Menteri Luar Negeri Bolivia Rogelio Mayta mengatakan peristiwa itu menunjukkan bahwa Amerika Latin menghadapi tantangan untuk "mempertahankan demokrasi kita dengan mencegah kemenangan ujaran kebencian... kekerasan saudara dan tindakan anti-demokrasi."

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved