Breaking News:

Nelayan di Indramayu Sudah 2 Bulan Tak Melaut karena Cuaca Buruk, Ada yang Harus Berlindung di Pulau

Sudah dua bulan nelayan di Indramayu berhenti melaut karena cuaca buruk.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kapal-kapal nelayan yang lego jangkar di Pelabuhan Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Rabu (4/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Para nelayan di Kabupaten Indramayu memilih untuk libur melaut.

Mereka khawatir jika memaksa pergi mencari ikan akan membahayakan nyawa.

Liburnya para nelayan melaut ini diketahui sudah berlangsung kurang lebih 2 bulan lamanya akibat cuaca buruk.

Seperti terlihat di Pelabuhan Dadap di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Di sana seluruh kapal nelayan lego jangkar.

Salah seorang nelayan, Nuridin (40) mengatakan, sejak 2 bulan terakhir, tidak ada nelayan yang berani pergi melaut.

"Gelombangnya lagi tinggi, mau gak mau ya libur dulu dari pada takut terjadi apa-apa," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (4/1/2023).

Nuridin pada kesempatan itu datang ke Pelabuhan Dadap, hanya untuk mengecek kondisi kapal miliknya.

Di sisi lain, karena kondisi cuaca buruk tersebut, di sampaikan dia, turut membuat para nelayan dilema.

Mengingat, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa harus berutang dahulu.

Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Indramayu, Dedi Aryanto menambahkan, gelombang tinggi yang masih melanda sampai saat ini sangat membahayakan para nelayan, terutama nelayan kapal kecil.

Tak hanya kapal kecil, lanjut Dedi, kapal-kapal besar yang sudah terlanjur melaut pun kini banyak yang berlindung di pulau-pulau terdekat.

Selama ini, mereka berlayar ke berbagai perairan di Indonesia. Mereka akan kembali berlayar jika kondisi cuaca sudah membaik.

"Gelombang tinggi dan tiupan angin kencang juga turut membuat sejumlah perahu yang sedang disandarkan saling berbenturan. Akibatnya, sejumlah perahu mengalami kerusakan," ujar dia.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi mengatakan, cuaca buruk seperti sekarang memang berbahaya, terutama bagi kapal-kapal kecil.

Ada sekitar 21 ribu nelayan kecil di Kabupaten Indramayu.

Nelayan- nelayan kecil itu melaut dengan menggunakan kapal di bawah lima gross ton (GT).

"Kami menganjurkan nelayan kecil untuk tidak melaut terlebih dahulu," ujarnya.

Baca juga: Gelombang Tinggi, Perahu Nelayan di Indramayu Terempas dan Terbalik di Bebatuan Breakwater

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved