Breaking News:

Awal Tahun 2023, Harga Ikan Laut Meningkat di Sejumlah Pasar di Kuningan Akibat Hal Ini

Harga ikan laut beragam jenis mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional di Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Tino (35), seorang pedagang Ikan Laut saat ditemui di lapak usahanya di Pasar Kepuh Kuningan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Harga ikan laut beragam jenis mengalami kena ikan di sejumlah pasar tradisional di Kuningan.

Hal ini seperti diakui Tino (35), salah seorang pedagang Ikan Laut saat ditemui di lapak usahanya, di Pasar Kepuh Kuningan.

"Harga ikan - ikan laut hampir semua naik. Terutama pada jenis ikan kecil alias rebon," kata Tino mengawali perbincangan tadi, Senin (2/1/2023).

Harga Ikan kecil alias rebon, kata Tino, semula harga jual per kg itu kisaran Rp 30 ribu. Kini menjadi Rp 50 per kg. Kena ikan harga sama juga pada komoditas ikan tanjan dan sejumlah ikan laut lainnya.

"Harga rebon atau ikan kecil kami jual sekarang Rp 50 ribu per kilogram. Kemudian, ikan tanjan dan ikan lainnya memang mengalami kena ikan hingga 20 - 30 persenan," ujarnya.

Akibat kenaikan, Tino mengungkap bahwa ini terjadi akibat keterlambatan pengiriman dan ketersediaan barang yang hampir langka di kalangan bandar ikan laut di kawasan pesisir.

Tino (35), seorang pedagang Ikan Laut saat ditemui di lapak usahanya di Pasar Kepuh Kuningan
Tino (35), seorang pedagang Ikan Laut saat ditemui di lapak usahanya di Pasar Kepuh Kuningan (Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

"Alasan harga naik, ini akibat keterlambatan pengiriman barang hingga tidak menutup kemungkinan bahwa stok barang di pusat habis. Jadi begini kondisi harga ikan membuat kami kelimpungan dalam memenuhi kebutuhan konsumen," katanya.

Selain secara teknis sebagai alasan kena ikan harga ikan laut, Tino menduga bahwa akibat cuaca beberapa hari terakhir ini mengalami perubahan.

Sehingga, kebiasaan nelayan yang melaut sebagai mata pencaharian, itu terganggu dan memilih tidak melaut.

"Ya, alasan kena ikan harga ikan akhir - akhir ini, akibat perubahan iklim dan cuaca di perairan luas. Sehingga nelayan yang bisa melaut itu tidak melakukan. Apalagi ada imbauan dari pemerintah bahwa di cuaca ekstrim kini, jangan ada nelayan yang melaut," katanya.

Perubahan cuaca yang membuat hawatir dengan keselamatan, Tino mengungkap, ini terbukti dengan bencana terjadi di sekitar pesisir pantai Utara di Kabupaten Indramayu.


"Ya, melihat pemberitaan dan informasi kami terima. Cuaca ekstrim sangat menghawatirkan keselamatan dan saya mendengar terjadi bencana alam di Indramayu, akibat cuaca terjadi di pantai Utara," katanya. (*)

Sumber: Tribun depok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved