Breaking News:

Gempa Kuningan

Imbas Gempa Bumi Kuningan Berkekuatan M 3.8, Sejumlah Bangunan Warga Ambruk

Imbas gempa M 3,8 yang mengguncang Kuningan menimbulkan kerusakan seperti bangunan warga di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, ambruk hingga rusak parah

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Istimewa
Imbas gempa bumi M 3,8 yang mengguncang Kuningan menimbulkan kerusakan seperti bangunan warga di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, ambruk hingga rusak parah. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Imbas gempa bumi M 3,8 yang mengguncang Kuningan menimbulkan kerusakan seperti bangunan warga di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, ambruk hingga rusak parah.

Teramati di lingkungan Kuningan, ambruknya bangunan rumah warga yang disebut akibat gempa, dokumen audio visual dan sejenisnya itu mendadak ramai.

Terlebih dalam sajian video tersebar yang berdurasi 11 detik dan 15 detik yang dilengkapi dengan caption menuliskan Cijemit, Ciniru, kajantenan tadi subuh, Innalilahi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa M 3,8 Guncang Kuningan, Getaran Terasa Hingga Cirebon & Majalengka

"Mengenai video viral bangunan rumah warga ambruk, kata info di dapat itu akibat terjadi guncangan gempa sekitar waktu subu tadi," kata Irman salah seorang warga di Kecamatan Kuningan, sembari memperlihatkan video bangunan rusak di perangkat gadget.

Adanya kejadian kerusakan bangunan rumah warga akibat gempa, Kepala BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana mengatakan, video beredar soal bangunan rumah warga ambruk itu benar.

Imbas gempa bumi M 3,8 yang mengguncang Kuningan menimbulkan kerusakansv
Imbas gempa bumi M 3,8 yang mengguncang Kuningan menimbulkan kerusakan seperti bangunan warga di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, ambruk hingga rusak parah.

"Ada bangunan roboh itu benar, kemudian perlu diketahui sebelumnya.  Bangunan ambruk itu diketahui retak saat berlangsungnya hujan kemarin hingga sore hari," katanya.

Terlepas dengan info heboh tersebut, Indra mengatakan, petugas BPBD hingga saat ini, sedang melakukan pengawasan dan pengecekan langsung ke beberapa daerah dalam pengumpulan keterangan dan pendataan dampak gempa bumi.

"Untuk dampak gempa, apakah ada kerusakan ada sejenisnya. Yang jelas tidak ada korban dan hingga sekarang, kami masih melakukan pendataan dan pengumpulan data di lapangan," ujarnya. (*)

Diberitakan sebelumnya, bencana gempa bumi yang terjadi Kamis (22/12/2022) sekitar pukul 04.18 WIB di Kabupaten Kuningan, sontak menjadi perhatian lapisan masyarakat daerah sekitar.

Terlebih dalam gempa bumi yang mengguncang Kuninga pagi tadi berkekuatan magnitudo 3,8 Magnitudo.

Berdasarkan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) RI, menyebutkan, gempa bumi ini berkekuatan M=3,8.

Episenter terletak pada koordinat 6.99 LS dan 108.48 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 1 KM Barat Daya Kabupaten Kuningan pada kedalaman 5 KM. 

Kepala BPBD Kuningan Indra Bayu Permana saat dikonfirmasi membenarkan, kejadian gempa bumi berlangsung Kamis pagi.

"Jenis dan Mekanisme Gempa bumi: dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Lokal setempat," ujarnya.

Indra Bayu Permana, menambahkan, kejadian gempa bumi di wilayah itu digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan  di wilayah Kuningan dengan Skala Intensitas III MMI.

"Adanya kejadian demikian, warga tetap tenang dan selalu waspada," katanya.

Terlepas keterangan BPBD Kuningan, gempa bumi tersebut langsung menghebohkan alias viral. Hal itu bisa di lihat langsung dari beberapa akun sosmed yang menyebut telah terjadi gempa. (*)

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved