Breaking News:

Terdampak Jalan Lingkar Timur Selatan Kuningan, Miliarder Bermunculan hingga Bupati Angkat Bicara

Berlangsungnya kegiatan pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan di Kabupaten Kuningan, sontak membuat warga semringah hingga akan bermunculan miliader

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Bupati Kuningan H Acep Purnama 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Berlangsungnya kegiatan pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan di Kabupaten Kuningan, sontak membuat warga semringah hingga akan bermunculan miliader di antara kalangan warga setempat.

Kemunculan Milyader itu akibat lahan warga terdampak dari kegiatan pembangunan jalan tersebut, hingga pemerintah melakukan pergantian ganti rugi terhadap sejumlah lahan dalam kebutuhan pembangunan tersebut.

Menurut Bupati Kuningan H Acep Purnama saat berbincang, mengatakan, mengenai lahan warga terdampak dalam pembangunan itu, pemerintah sangat bertanggungjawab dan melakukan pembayaran ganti rugi lahan milik warga tersebut.

Baca juga: BUKAN Jadi ART, TKW Ini Sukses jadi Miliarder di Arab Saudi, Ternyata Pekerjaan Menjanjikan

"Adapun warga yang pertama kali mendapat ganti rugi itu mulai dari warga Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede, dengan kuota anggaran yang dialokasikan oleh Pemda Rp 30 miliar. Biaya itu digunakan dalam pembebasan lahan proyek JLTS," kata Acep saat memberikan keterangan tadi, disela kegiatannya di Bayuning, Kecamatan Kadugede, Kuningan, Selasa (20/12/2022).

Melihat perkembangan program proyek itu, Acep mengatakan, rasa terima kasih atas masyarakat yang rela melepas lahan demi kepentingan pembangunan. “Alhamdulillah ternyata dengan wujud kebersamaan, musyawarah, pendekatan humanis kami semua, para pemilik tanah turut serta menyukseskan rencana pembangunan jalan," katanya.

Jalan lingkar timur Kuningan yang kini menjadi lokasi strategis bagi komunitas motor, juga menjadi lintasan baik bagi para pesepeda.
Ilustrasi: Jalan lingkar timur Kuningan yang kini menjadi lokasi strategis bagi komunitas motor, juga menjadi lintasan baik bagi para pesepeda. (Dok. Humas Pemda Kabupaten Kuningan)

Jumlah lahan bagi warga di Desa Windujanten, Acep menjelaskan bahwa lahan yang  telah terselesaikan itu sebanyak 144 bidang tanah dari 91 pemilik hingga dilakukan pembayaran pelepasan.

“Kita mulai dari selatan (Desa Windujanten), dengan anggaran yang dipakai tahun 2022. Kemudian, ini akan dilanjutkan pada 1 Januari 2023, kita akan pergunakan anggaran yang  tetapkan di 2023, totalnya sebesar Rp 30 miliar," katanya.

Mengenai Miliader dadak di Kuningan, Acep mengatakan, sangat senang dan itu dikembalikan kepada pribadi penerima pembayaran alias Milyader itu sendiri. "Soal Milyader itu bagaiamana warga saja, saat memegang haknya dari pelepasan lahan untuk pembangunan jalan tersebut," katanya.

Kemudian, kata dia menyebut, panjang pembuatan jalan lingkar timur selatan ini memiliki jarak sekitar 9 kilometer. "Untuk panjang jalan itu 9 kilometer, dengan tembusan jalan antara Desa Kertawangunan   dan Desa Windujanten," katanya. (*)

 

Baca berita Tribuncirebon.com lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved