Banjir Bandang di Sawahdadap
Imbas Banjir Bandang, Warga Sawahdadap Harus Bersihkan Lumpur 80 Centimeter Dalam Rumah
Selain menimbulkan korban jiwa sebanyak 2 orang, banjir bandang di Sawahdadap, Kecamatan Cimanggung membawa lumpur ke rumah
Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Selain menimbulkan korban jiwa sebanyak 2 orang, banjir bandang di Sawahdadap, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang menyisakan pekerjaan melelahkan untuk warga.
Banjir yang masuk ke rumah membawa lumpur, atau banjir yang masuk adalah lumpur itu sendiri.
Di kampung Naringgul, Desa Sawahdadap, kampung yang tidak jauh dari fokus utama banjir di Dusun Cisurupan, warga sibuk membersihkan lumpur.
Baca juga: Data Jumlah Warga Terdampak Banjir Bandang di Sawahdadap Sumedang, Dapur Umum Disiapkan
"Di dalam rumah tebal lumpur 80 centimeter, di halaman lumpur 1,5 meter," kata Hendrik (30) warga Naringgul, Minggu (18/12/2022).
Terlihat ruang keluarga di rumah Hendrik itu penuh lumpur. Dia harus segera membuang lumpur itu mumpung masih basah dan encer. Mengeras sedikit saja, Hendrik akan lebih capai.
"Cangkulnya cuman ada satu. Kalau ada boleh lah dikirim cangkul," kata anak muda itu, bersemangat.
Dia tahu betul rumahnya akan terkena banjir, sebab ketika banjir datang pada Sabtu (17/12/2022), dia sedang berada di teras.
Baca juga: BREAKING NEWS: Ibu dan Anak Korban Banjir Bandang di Sawahdadap Sumedang Ditemukan Meninggal
"Begitu terdengar gemuruh tak wajar, kami langsung pergi mengungsi. Baru pagi ini kami balik lagi ke rumah, pintu sudah dijebol lumpur," katanya.
Dia mengatakan, pada tahun 2014, pernah ada kejadian seperti ini, namun tak separah sampai lumpur mendobrak pintu.
"Orang-orang rumah selamatm tapi ini banjir lumpur paling parah," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Hendrik-30-warga-Naringgul-Desa-Sawahdadap-tengah-membersihkan-lumpurr.jpg)