Kejaksaan Tetapkan Kepala BPKPD Kota Cirebon Tersangka Kasus Korupsi, Langsung Ditahan, Ini Kasusnya

Kasus ini membelit S saat ia menjadi Kepala Dinas PUTR Kota Cirebon beberapa waktu lalu.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: taufik ismail
Istimewa
Kepala BPKPD Kota Cirebon berinisial S saat akan ditahan seusai diperiksa di Kejari Kota Cirebon, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Rabu (14/12/2022) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon menetapkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Cirebon berinisial S sebagai tersangka kasus korupsi.

Kepala Kejari Kota Cirebon, Umaryadi, melalui Kasi Intel, Slamet Haryadi, mengatakan, S yang merupakan mantan Kepala DPUTR Kota Cirebon itu pun langsung ditahan.

Menurut dia, tersangka S tersebut mulai ditahan secara resmi sejak Rabu (14/12/2022) malam setelah menjalani pemeriksaan selama kira-kira delapan jam.

"Tersangka S terbukti melakukan mark up harga pengadaan barang," ujar Slamrt Haryadi saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Kamis (15/12/2022).

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara kerugian negara akibat perbuatan S diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Adapun penyelewengan anggaran tersebut diduga dilakukan S pada tahun anggaran 2021, saat masih menjabat sebagai Kepala DPUTR Kota Cirebon.

Pihaknya mengakui, pada mulanya mendapat laporan mengenai pengadaan barang yang tidak sesuai spesifikasi, dan langsung menindaklanjutinya.

"Setelah dicek ternyata benar pengadaan barangnya tidak sesuai spek, yang seharusnya beko tapi yang datang justru wheel loader," kata Slamet Haryadi.

Ia menyampaikan, dalam kontrak pengadaan barang alat besar darat tahun anggaran 2021 juga yang tertulis adalah beko, bukan wheel loader.

Selain itu, proyek pengadaan barang tersebut juga baru dilaksanakan pada Februari 2022, meski anggarannya dari tahun sebelumnya.

"Pengadaan barang ini nilainya Rp 8,53 miliar, dan tersangka diduga menyelewengkan anggaran terhadap lima alat berat," ujar Slamet Haryadi.

Baca juga: Dua Destinasi Wisata Baru di Kawasan Cirebon, Satu Cocok Buat Kongkow, Satu Lagi Bernuansa Romantis

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved