Breaking News:

UMK 2023

UMK Kabupaten Cirebon 2023 Hanya Naik 6,61 Persen, FSPMI Cirebon Raya: Kami Sangat Kecewa

FSPMI Cirebon Raya belum menentukan sikap terkait keputusan Gubernur Jabar tentang Kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2023.

tribunnews.com
Ilustrasi uang 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya belum menentukan sikap terkait keputusan Gubernur Jabar tentang Kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2023.


Pasalnya, para buruh merasa kecewa besaran kenaikan UMK Kabupaten Cirebon hanya 6,61 persen sesuai yang tertera dalam SK Gubernur Jawa Barat Nomor: 561.7/Kep.776-Kesra/2022 Tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat.


Padahal, Bupati Cirebon telah merekomendasikan agar kenaikan UMK Kabupaten Cirebon mencapai 10 persen dari Rp 2.279.982.77 menjadi Rp 2.507.981,04.

Baca juga: Daftar UMK Jabar 2023, Berlaku Mulai 1 Januari 2023: Cirebon, Bandung Hingga Karawang


"Kami sangat kecewa, karena dalam SK gubernur tersebut UMK Kabupaten Cirebon 2023 menjadi Rp 2.430.780,83," kata M Machbub saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Jumat (9/12/2022).


Namun, hingga kini pihaknya belum menentukan sikap terkait langkah selanjutnya yang akan diambil setelah dikeluarkannya SK gubernur tentang penetapan kenaikan UMK tersebut.


Ia mengatakan, saat ini FSPMI Cirebon Raya tengah berkonsolidasi, baik tingkat nasional hingga wilayah, untuk menentukan sikap yang akan diambil terkait surat keputusn itu.


Pihaknya menargetkan, kondolidasi tersebut rampung dalam dua pekan, sehingga dapat ditindaklanjuti secepatnya mengenai hal SK gubernur tersebut.

Baca juga: UMK Majalengka 2023 Naik Jadi Rp 2.180.602, Tak Sesuai Dengan Rekomendasi


"Keputusannya melayangkan gugatan ke PTUN atau seperti apa, kami juga belum tahu karena masih konsolidasi, dan targetnya dua minggu sudah ditentukan langkahnya," ujar M Machbub


Machbub menyampaikan, FSPMI juga masih memperjuangkan kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2023 sebesar tujuh persen bagi setiap pekerja yang masa kerjanya mencapai satu tahun.


Sementara para pekerja yang masa kerjanya belum mencapai satu tahun mendapatkan kenaikan UMK 6,61 persen sesuai keputusan Gubernur Jawa Barat.


Berdasarkan informasi yang didapatnya, hal tersebut telah disetujui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan rencananya bakal disahkan pada bulan ini.


"Kami masih memperjuangkan satu poin lagi, saat penetapan UMK kemarin hal ini belum diputuskan, tapi mudah-mudahan dapat direalisasikan," kata M Machbub.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved