Breaking News:

Modus Pelaku Penyalahgunaan Solar Subsidi yang Ditangkap di Indramayu, Dapat Untung Gede

Ini modus pelaku penyalahgunaan solar subsidi yang ditangkap polisi di Indramayu.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Barang bukti BBM bersubsidi jenis solar yang diamankan polisi di Mapolres Indramayu, Selasa (6/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi pemerintah berhasil dibongkar polisi di Kabupaten Indramayu.

Para pelaku itu, menyalahgunakan BBM bersubsidi jenis solar untuk kemudian dijual kembali dengan harga non subsidi.

Dari aksinya tersebut, para pelaku diketahui bisa mendapat keuntungan mulai dari Rp 1.000 sampai dengan Rp 2.400 per liternya.

Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif mengatakan, ada 6 orang pelaku yang terlibat dalam praktik tersebut.

Tiga di antaranya, yakni SG (43) warga Kabupaten Bekasi, KD (39) dan MYD (54) warga Kabupaten Indramayu sudah berhasil diamankan polisi.

Saat itu, polisi melakukan penggerebekan di wilayah Desa/Kecamatan Lohbener Indramayu pada Minggu (4/12/2022) sekitar pukul 18.30 WIB.

Di sana, polisi menemukan barang bukti sebanyak 5.000 liter BBM solar bersubsidi yang siap jual oleh pelaku dengan harga non-subsidi.

"Modus operandinya, tersangka SG ini bertindak sebagai penyandang dana dan melakukan kegiatan penyimpanan, pengangkutan dan atau niaga BBM jenis solar subsidi pemerintah tanpa dilengkapi izin yang sah," ujar dia saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Selasa (6/12/2022).

AKBP M Lukman Syarif menyampaikan, dalam melancarkan aksinya, tersangka SG kemudian menyerahkan sejumlah uang dengan nilai pembelian solar Rp 8.600 per liter kepada tersangka ABD yang saat ini DPO.

Uang tersebut lalu oleh ABD dibelikan BBM jenis solar bersubsidi kepada tersangka TP yang juga berstatus DPO.

Pembelian itu dilakukan di SPBU sekitar Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Setelah mendapat BBM solar bersubsidi, oleh tersangka SG, BBM itu lalu dijual dengan harga non subsidi kepada pihak pembeli yaitu PT MME dengan harga Rp 9.600 – 11.000 per liter di Jakarta.

"Keuntungan yang didapat oleh tersangka SG ini adalah sebanyak Rp 1.000 – 2.400 per liter," ucap dia.

Baca juga: Polisi Bongkar Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Indramayu, Temukan Barang Bukti 5.000 Liter Solar

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved