Breaking News:

ASN di Indramayu Khawatir Tak Digaji 6 Bulan Imbas Gagal Disahkannya APBD 2023, Ini Kata BKD

Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu tahun 2023 gagal disahkan.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Rapat paripurna rancangan anggaran penerimaan belanja daerah (APBD) 2023 Kabupaten Indramayu di DPRD Indramayu, Rabu (30/11/2022) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu tahun 2023 gagal disahkan.

Meski sudah dibahas alot oleh eksekutif dan legislatif, Perda APBD 2023 menemui jalan buntu sehingga sampai batas akhir gagal disahkan.

Konsekuensinya, penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Indramayu harus menggunakan APBD tahun 2022.

APBD Kabupaten Indramayu tahun 2022 sendiri tercatat, APBD Murni Rp 3.338.737.458,361 dan APBD Perubahan Rp 3.632.591.009,638.

Kondisi ini diketahui menimbulkan kegaduhan di kalangan ASN.

Terlebih, setelah salah satu anggota DPRD Indramayu memprediksi imbas gagal disahkannya APBD 2023 juga akan berdampak pada tidak digajinya ASN selama 6 bulan.

Dalam hal ini, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Indramayu, Woni Dwinanto membantah prediksi ASN tidak akan mendapat gaji.

"Sesuai dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 itu jelas menyebutkan, yang bisa disanksi adalah kepala daerah dan DPRD, bukan ASN," ujar dia berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Tribuncirebon.com, Senin (5/12/2022).

Woni Dwinanto menjelaskan, perihal gaji ASN, pihaknya menjamin mereka akan tetap menerima gaji.

Mengingat, ASN masuk dalam postur anggaran belanja yang bersifat mengikat.

Hal itu sudah diatur dalam Pasal 107 ayat (2) Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019.

Woni Dwinanto menjelaskan, belanja yang bersifat mengikat adalah belanja yang dibutuhkan secara terus menerus dan harus dialokasikan oleh Pemerintah Daerah dengan jumlah yang cukup untuk keperluan setiap bulan dalam tahun anggaran berkenaan.

Alokasi ini di antaranya adalah belanja pegawai, serta belanja barang dan jasa.

"Jadi clear, ASN tidak usah resah, gaji akan tetap diterima seperti biasanya," ujar dia.

Sekadar informasi, jumlah ASN di Kabupaten Indramayu yakni mencapai 10.275 orang.

Sementara untuk tenaga PPPK yakni sebanyak 458 dan akan bertambah 505 orang hasil testing di tahun 2022. Lalu untuk gaji dan tunjangan ASN 1 tahun adalah Rp924.929.283,798.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved