Breaking News:

Momen Unik, Bule-bule Australia Bareng Warga Kampung Cibunar Ciamis Lakukan Ngubyak Balong

Hari Minggu (4/12/2022) siang, suasana di Kampung Cibunar Desa Sukajadi  Kecamatan Sadananya Ciamis berbeda dengan hari biasanya.

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Andri M Dani
Ngubyak Balong – Bule-bule dari Australia bersama warga ikut gubyak balong (menangkap ikan dengan tangan kosong) di kolam warga di Sakola Motekar Kampung Cibunar, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Minggu (4/12/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – Hari Minggu (4/12/2022) siang, suasana di Kampung Cibunar Desa Sukajadi  Kecamatan Sadananya Ciamis berbeda dengan hari biasanya.

Ratusan warga tumpah ruah di sekitar kolam (balong) yang berada di seberang markas “Sakola Motekar” di Dusun Cibunar Rt 06 RW 03 tersebut.

Mereka hadir dalam rangka pesta rakyat ngubyak balong. Alias menangkap ikan ramai-ramai tanpa alat atau menangkap ikan dengan tangan kosong yang disebut juga “ngobeng” .

Warga ramai-ramai masuk kolam, baik itu orang dewasa laki-laki maupun perempuan, anak-anak, kakek-kakek maupun nenek-nenek. Guyub masuk kolam, ramai-ramai menangkap ikan.

Hebohnya lagi, tidak hanya warga Kampung Cibunar yang ramai-ramai menangkap ikan, sejumlah bule, mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Queensland Australia, pun ikut nyemplung bebelokan (kotor-kotoran) masuk kolam menangkap ikan bersama warga.

Ngubyak – Bule-bule dari Australia bersama warga ikut gubyak balong (menangkap ikan dengan tangan kosong) di kolam warga di Sakola Motekar Kampung Cibunar, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Minggu (4/12/2022).
Ngubyak – Bule-bule dari Australia bersama warga ikut gubyak balong (menangkap ikan dengan tangan kosong) di kolam warga di Sakola Motekar Kampung Cibunar, Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Minggu (4/12/2022). (Tribunjabar.id/Andri M Dani)

“Ini mungkin baru pertama kali di Ciamis ada bule ramai-ramai ikut ngubyak bersama warga,” ujar Deni Weje, pegiat Sakola Motekar Kampung Cibunar, kepada Tribun Minggu (4/12).

Di Ciamis atau di berbagai daerah lain di Jabar tentu tradisi ngubyak atau ngobeng (nangkap ikan ramai-ramai tanpa alat) menurut Deni adalah hal yang sudah biasa.

Acara yang selalu ditunggu-tunggu setiap agustusan, maupuan lebaran atau untuk memeriahkan suatu acara maupun kemenangan.

“Tapi bagi rekan-rekan bule, mahasiswa  dari Quennsland University tentu ini suatu yang baru. Suatu sensasi budaya, yang sangat berkesan bagi mereka. Mereka ikut kecebur masuk kolam, baik itu mahasiswa maupun mahasiswi. Ramai-ramai menangkap ikan bersama warga, atau hanya sekedar main air berenang dan bersenang-senang. Lihat saja mereka sangat terhibur,” katanya.

Di negeri barat termasuk di Australia menurut Deni, kegiatan kemasyarakatannya cenderung berkelas-kelas, berstrata dan cenderung bersifat individual.

Tapi di Ciamis atau di banyak daerah di tanah air katanya banyak kegiatan masyarakat yang tidak mengenal strata, usia, jenis kelamin maupun status sosial.

“Seperti ngubyak balong ini. Semua orang bisa ikut, tidak mengenal kelompok usia maupun jenis kelamin. Tanpa perbedaan strata. Itu mungkin filosofi dari ngobeng alias ngubyak,” ujar Deni.

Selama 3 hari ini, mulai Sabtu (3/12) sampai Senin (5/12) Sakola Motekar (Modal Tekad Kadaek Rampak) Kampung Cibunar kedatangan tamu 24 orang mahasiswa dan mahasiswi dari Queensland University Australia berikut sebelas orang mahasiswa ITB. Total ada 35 orang. Selama berada di pelosok kampung di kaki Gunung Sawal  tersebut mereka tinggal di rumah-rumah warga merasakan langsung kehidupan warga dan menikmati menu suguhan warga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved