Breaking News:

Kejari Majalengka Tangani 1 Kasus Korupsi Ini di Tahun 2022, Rugikan Negara Rp 3,2 Miliar

Kasus korupsi itu, yakni penyaluran kredit yang sengaja dibuat macet oleh oknum pimpinan Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) cabang Sukahaji Majalengka.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Dua tersangka kasus korupsi di Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Majalengka cabang Sukahaji, F dan Y digelandang ke sebuah mobil setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di Kantor Kejaksaan Negeri Majalengka, Kamis (13/10/2022). Kejaksaan Negeri Majalengka melakukan penahanan terhadap dua tersangka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka menangani satu kasus korupsi pada tahun 2022 ini.

Kasus korupsi itu, yakni penyaluran kredit yang sengaja dibuat macet oleh oknum pimpinan Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) cabang Sukahaji Majalengka.

Hal itu disampaikan Kasi Intel Kejari Majalengka, Ridwan Dermawan kepada Tribun, Selasa (29/11/2022).

Pelaku berinisial F dan Y digelandang ke sebuah mobil setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di Kantor Kejaksaan Negeri Majalengka, Kamis (13/10/2022). Kejaksaan Negeri Majalengka melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi di Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Majalengka cabang Sukahaji.
Pelaku berinisial F dan Y digelandang ke sebuah mobil setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di Kantor Kejaksaan Negeri Majalengka, Kamis (13/10/2022). Kejaksaan Negeri Majalengka melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi di Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Majalengka cabang Sukahaji. (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Dijelaskan dia, bahwa saat ini kasus itu sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Bandung.

"Tahun ini dari Majalengka terkait kasus BPR yang sudah dilimpahkan ke PN Tipikor Bandung," ujarnya.

Dalam penanganan kasus itu, pihaknya telah memeriksa saksi sebanyak 200 orang.

Saat ini, sudah ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni masing-masing berinisial F dan Y.

F sendiri diketahui berprofesi sebagai Kepala Cabang BPR Majalengka cabang Sukahaji dan Y selaku orang kepercayaan dari si F.

Setelah penetapan tersebut, ada keterlibatan pelaku lain yang kini masih buron, yakni pembuat 130 AJB palsu dan KTP palsu yang dipergunakan untuk kredit fiktif.

Terduga tersangka yang masih buron ini adalah kaki tangan dari Y berjenis kelamin laki-laki.

"Ya kami masih memburu terduga pelaku lain dalam kasus korupsi tersebut."

"Jadi F ini memberikan kepercayaan penuh kepada Yeyet untuk mencari nasabah."

"Nah Y ini memiliki beberapa anak buah untuk mencari nasabah, satu di antaranya adalah T yang masih buron, dia ini diduga memalsukan AJB dan NIK agar dana dari BPR bisa dicairkan."

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved