Breaking News:

Gempa Bumi Cianjur

Cerita Anissah, Mahasiswi Cantik yang Alami Guncangan Gempa Cianjur 5,6 Magnitudo saat Jalani KKN

Seorang mahasiswi cantik Poltekesos Bandung, Anissah Pratiwi, menjadi saksi hidup kengerian gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 pada pekan lalu.

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Adi Ramadhan Pratama
Mahasiswi cantik Poltekesos Bandung, Anissah Pratiwi, menjadi saksi hidup kengerian gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 pada pekan lalu. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Seorang mahasiswi cantik yang kuliah di Poltekesos Bandung, Anissah Pratiwi, menjadi saksi hidup kengerian gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 pada pekan lalu.

Gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang menguncang Kabupaten Cianjur pada Senin (21/11) lalu tersebut, hingga Senin (28/11) sore, sudah mencatatkan 323 korban jiwa sementara puluhan ribu rumah rusak.

Kabar baiknya sekarang ini gempa susulan mulai melemah. Ini berdasarkan hasil monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dilakukan selama 7 hari terakhir, menunjukkan bahwa aktivitas gempa susulan di Cianjur magnitudonya secara fluktuatif semakin mengecil dan frekuensi kejadiannya semakin jarang.

Baca juga: Pengungsi Tinggal di Plastik Penyemaian Kebun Sayur, Donatur Tiba Langsung Merasa Iba dan Beri Tenda

Terkait pengalaman Anissah pada hari H gempa Cianjur, saat itu ia sedang melaksanakan KKN di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, harus merasakan atmosfer yang menegangkan saat gempa bumi 5,6 magnitudo menghantam pada Senin (21/11/2022) lalu.

Awalnya, Anissah dan teman sekampusnya sedang melaksanakan KKN di Desa Sirnagalih pada beberapa pekan sebelum gempa bumi mengguncang Cianjur.

Mahasiswi cantik Poltekesos Bandung, Anissah Pratiwi, menjadi saksi hidup kengerian gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 pada pekan lalu.
Mahasiswi cantik Poltekesos Bandung, Anissah Pratiwi, menjadi saksi hidup kengerian gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 pada pekan lalu. (Tribunjabar.id/Adi Ramadhan Pratama)

"Pada saat itu, saya dan teman-teman yang lain sedang berdiskusi di ruang tamu. Tiba-tiba kok goyang bangunan, langsung saja kami semua lari keluar," ujarnya kepada Tribunjabar.id, Senin (28/11/2022).

Wanita 23 tahun tersebut menuturkan, semua barang di basecamp KKN-nya banyak yang berjatuhan saat gempa bumi mengguncang.

"Sejujurnya, saya juga trauma. Soalnya kan banyak susulan ya, kemarin. Kami pun bahkan tidak berani masuk apalagi tidur seharian. Jadi waktu awal-awal gempa, kami semua tidur di luar," jelas Anissah sambil tersenyum manis.

Baca juga: Dua Jam Tertimbun Reruntuhan, Bocah 1,5 Tahun Selamat dari Gempa Cianjur, Ini Kisahnya

Meskipun trauma dengan gempa bumi yang terus bergoyang, Anissah tetap kukuh untuk mengabdi membantu masyarakat di Desa Sirnagalih.

"Saya disini karena masih mempunyai rasa kemanusiaan, dan saya pun ingin bantu-bantu sekitar. Karena saya tahu, kami tidak terlalu terdampak dengan gempa bumi. Jadi kenapa engga kita mencoba membantu warga yang terdampak," ujar mahasiswi semester 7 tersebut.

Saat ini, Anissah dan teman sekampusnya, tengah berupaya membantu perangkat desa di Desa Sirnagalih untuk mendistribusikan bantuan kepada pada warga.

"Kami sekarang disini mencoba membantu, mulai dari mendata warga yang sedang terdampak hingga menghibur masyarakat seperti trauma healing," ucapnya.

Baca juga: Imbas Gempa Cianjur jadi Wisata, Bantuan Terhambat, Bupati ke Warga Luar Stop Datangi Lokasi Gempa

Mahasiswi asal Jatinangor tersebut, menjelaskan dirinya tidak tahan melihat warga desa yang terkena dampak gempa bumi Cianjur.

"Saya tidak tahan menahan air mata melihat anak kecil yang masih tertawa, walaupun saat ini dia sedang terluka. Seperti rumahnya hancur, sekolahnya di liburkan, bahkan tidur pun berdesakan," ucap Anissah dengan wajah tegar.

Wanita berwajah manis tersebut mengatakan, dirinya akan tetap membantu warga di Cianjur walaupun KKN sudah berakhir nanti.

"Kami disini sampai tanggal 9 Desember. Dan kami tahu ini tidak akan selesai dengan waktu yang sebentar. Mungkin saya akan kesini lagi untuk membantu, karena memang ini sangat berkesan untuk saya pribadi. Saya harap semoga semuanya segera membaik," pungkasnya.

 

Baca berita Tribuncirebon.com lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved