Alami Pergerakan Tanah, Rumah Warga di Kuningan Ambruk dan Jalan Desa Ambles
Sejumlah daerah di Kuningan mengalami bencana alam akibat curah hujan terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sejumlah daerah di Kuningan mengalami bencana alam akibat curah hujan terjadi dalam beberapa hari terakhir.
"Amblesnya jalan desa ini akibat terjadi pergerakan tanah. Apalagi daerah kami dalam beberapa hari diguyur hujan terus," ungkap Maman, warga Desa Pamulihan, Kecamatan Subang, Kuningan, Minggu (20/11/2022).
Maman mengatakan, amblesnya jalan desa yang biasa digunakan pengendara kini kondisinya memprihatinkan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
"Dengan kondisi jalan ambles, ini gak bisa digunakan. Padahal jalan ini menghubungkan ke Desa Cikoneng atau antara warga Kecamatan Subang dan Kecermatan Cilebak," katanya.
Kerusakan jalan hingga tak bisa digunakan, kata Maman, mengklaim sesuai pengukuran manual itu ada sekitar 20 meter ruas jalan yang ambles.
Baca juga: Jalan Penghubung Antar Kecamatan di Cianjur Terputus Akibat Tertutup Longsor
"Tadi saya ukur panjang jalan ambles ini ada 20 meteran," kata Maman seraya menambahkan dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa atau bangunan rumah warga rusak.
Di tempat berbeda, intensitas hujan berlangsung di Kuningan mengakibatkan pergeseran tanah yang mengakibatkan gubuk atau Saung ambruk.
Baca juga: Satu Keluarga di Karangjaya Tasik Luka-luka Usai Rumahnya Porak-poranda Diterjang Longsor
Peristiwa tersebut tepatnya terjadi di Dusun Sagara RT 02 RW 01 Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru hingga menimbulkan korban dengan luka ringan pada warga setempat.
"Dari kejadian gubuk ambruk itu, Ikin Carsim (60), mengalami luka pada kaki sebelah kiri. Untuk kondisi korban langsung di evakuasi dan diberikan perawatan langsung oleh pihak keluarga," kata Kapolsek Ciwaru, AKP H Moch Riffianto saat memberikan keterangan kepada wartawan tadi.
Mengenai kronologi kejadian di lokasi, saat hujan berlangsung atau ekira pukul 19.30 WIB, telah terjadi pergeseran tanah yang mengakibatkan pemilik saung Ikin Carsim berhasil di evakuasi.
"Meski penanganan langsung diberikan pada korban kecelakaan bencana alam, untuk kerugian materi itu sekitar Rp 80 juta," ujarnya.
Kapolsek AKP H Moch Riffiantopun terjun langsung melakukan pembersihan matrial tanah akibat longsoran tanah.
"Untuk pembersihan material tanah akibat longsor. Kami bareng warga turut serta melaksanakan hal tersebut," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/bencana-di-kuningann.jpg)