Bandar Motor di Kuningan Ini Dikerjai Pembeli, Hitung Uang Receh Hasil Jual Motor Ninja 250 Cc
Bandar motor di Desa / Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, merasa dikerjai oleh pembeli.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Bandar motor di Desa / Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, merasa dikerjai oleh pembeli.
Pasalnya, ia harus menghitung uang receh hasil menjual motor Ninja 250 cc sebanyak Rp 17 juta.
"Kabar saya dikerjain konsumen yang beli motor pakai uang receh betul," ungkap Rizki, pengusaha jual beli kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat di Cilimus, Senin (7/11/2022).
Rizki mengaku sangat terkejut dengan hasil penjualan unit motor yang di hargakan sekitar Rp 17 juta. Namun pembayaran dengan uang nominal Rp 1 ribu, Rp 2 ribu dan paling besar itu nominal Rp 5 ribu.
"Jadi begini, ada konsumen datang ke rumah dan si konsumen tahu ada motor Ninja yang mau dijual. Pas si konsumen datang dan berani bayar, uangnya itu ternyata recehan. Total uang baru diterima Rp 15 juta dan barusan dilunasi dengan pembayaran sebesar Rp 17500000," kata Rizki lagi.
Baca juga: SOSOK Aiptu Siswanto, Polisi yang Beli Motor Pakai Uang Receh Rp 22 Juta, Beratnya Mencapai 110 kg
Uang recehan tadi, kata Rizki, membutuhkan waktu beberapa jam untuk dihitung.
"Dari jumlah Rp 15 juta yang saya hitung, itu terjadi tadi malam dari jam 9 malam hingga jam 2 dini hari," kata Rizki yang terlihat sedang menghitung ulang sembari membereskan uang pecahan tersebut.
Menyinggung soal unit motor terjual, Rizki mengklaim bahwa motor besar itu lengkap dengan surat kendaraan dan berpelat nomoro polisi Jakarta.
"Motor Ninja yang saya jual itu tahun 2010 pelat Jakarta, lengkap dengan surat kendaraan. Terus, untuk uang recehan ini akan saya belanjakan atau beli motor ke dealer," ujar Rizki yang juga pedagang soft drink di Taman Cilimus.
Soal kelakuan pembeli itu, Rizky mengaku baru mengalaminya selama menggeluti dunia usaha jual beli motor.
"Ya, dengan kejadian ini saya jadikan pengalaman baru. Biar bagaimanapun, pembeli atau konsumen itu raja dan kita harus melayaninya. Lagi pula ini rezeki dan tidak baik kita menolaknya," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/Bandar-Motor-HItung-Uang-Receh.jpg)