Breaking News:

Suami yang Curi HP demi Biaya Perawatan Istrinya yang Pendarahan, Mendapat Restorative Justice

Aksi suami curi HP ini dilakukan karena benar-benar terpaksa demi biaya pengobatan istrinya yang saat itu mengalami pendarahaan saat hamil anak ketiga

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Dian Herdiansyah
Ridwan, suami curi HP akibat terpaksa untuk biaya pengobatan istrinya yang sedang hamil, saat dihadirkan di Kampung Restorative Justice, di Kecamatan Baros Kota Sukabumi. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Ridwan Hermawan (28) nekat mencuri sebuah gawai (handphone/ HP) Samsung A3 warna hitam untuk membayar perawatan istrinya di rumah sakit.

Aksi suami curi HP ini dilakukan karena benar-benar terpaksa demi biaya pengobatan istrinya yang saat itu mengalami pendarahan saat hamil anak ketiganya. 

Baca juga: Kumpulkan Ibu Hamil Tanpa Suami, Pria di Bogor Jual Bayi Rp 15 Juta Dengan Modus Adopsi

Disisi lain, sebelumnya Ridwan sempat bekerja berprofesi sebagai driver online. Namun terhenti akibat gawai yang dimiliknya hilang. 

Setelah ditangkap pihak aparat dan kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Kota Sukbumi, Ridwan pun mendapat perhatian akibat prilkunya. 

Ridwan, suami curi HP akibat terpaksa untuk biata pengobatan istrinya yang sedang hamil, saat dihadirkan di Kampung Restorative Justice, di Kecamatan Baros Kota Sukabumi.
Ridwan, suami curi HP akibat terpaksa untuk biata pengobatan istrinya yang sedang hamil, saat dihadirkan di Kampung Restorative Justice, di Kecamatan Baros Kota Sukabumi. (Tribunjabar.id/Dian Herdiansyah)

Kasus Ridwan pun tidak dilanjutkan dan diputus untuk mendapatkan Restorative Justice oleh Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi

Hingga akhirnya selamat dari ancaman hukuman 5 tahun penjara setelah kedapatan mencuri sebuah handphone Samsung A3 warna hitam. 

"Hal ini saya lakukan terpaksa, istri lagi dirawat di rumah sakit pendarahan usia kandungan 7 bulan. Iya susah (cari uang) sehari-hari saya ojek online, cuman handphone waktu itu hilang jadi nggak bisa kerja lagi, jadi ojek pangkalan biasa," ujarnya di Kampung Restorative Justice,  Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Kamis (6/10/20) kemarin.

Baca juga: Selesaikan Perkara Ringan, Rumah Restorative Justice Kejari Majalengka Bisa Diakses dari Rumah

Dihadapan korban, Ridwan meminta maaf yang disaksikan oleh perwakilan tokoh masyarakat, pemerintah dan pihak Kejari. Ia pun  berjanji tidak akan mengulang tindakannya. 

"Menyesal. Rencananya saya mau cari pekerjaan lain. Saya ucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi yang telah memberikan saya restorative justice, terima kasih banyak. Semua yang telah diberikan kepada saya sangat bermanfaat dan saya janji tidak akan mengulangi lagi," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi Setyowati menjelaskan, pembebasan Ridwan melalui restorative justice atas beberapa dasar khususnya melihat dari sisi kemanusiaan. 

Dia telah mengambil satu buah handphone dan uang tunai di Jalan Lamping, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi

"Tentu ada pertimbangan, dia bukan residivis, dia ancamannya di bawah 5 tahun terus harga handphonenya di bawah Rp 2,5 juta. Terutama dia tulang punggung keluarga, anaknya 3, yang terakhir baru melahirkan 6 hari lalu, terus setiap hari kehidupannya dan makan anak-anaknya dibantu oleh tetangga bergantian," ujarnya.

Untuk kebutuhan administrasi, Ridwan masih ditahan di Polres Sukabumi Kota selama 20 hari ke depan. 

"Kami akan langsung bertatap muka dengan pimpinan di Kejaksaan Tinggi Jabar dan Kejagung," sambungnya. 

Apabila Ridwan mengulang kejadian serupa, maka ke depan dia tidak akan mendapatkan hak restorative lagi. 

"Jika kemudian melakukan tindakan pidana. Maka proses hukum dan pidana pun akan tetap dilanjutkan sebagaimana mestinya," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved