Breaking News:

Merger Sekolah Satu Hamparan di Kabupaten Cirebon Dimulai Awal Tahun Depan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bakal melakukan merger ratusan sekolah yang berada di satu hamparan atau kawasan.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
PTM terbatas di SMPN 1 Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Senin (6/9/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bakal melakukan merger ratusan sekolah yang berada di satu hamparan atau kawasan.


Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengatakan, proses merger sekolah satu hamparan dimulai pada tahun depan.


Namun, menurut dia, Disdik Kabupaten Cirebon mulai menerapkan kebijakan merger atau penggabungan terhadap sekolah satu hamparan sejak 2019.

Baca juga: 228 Sekolah di Kabupaten Cirebon Bakal Dimerger, Bupati: Pemerataan Pendidikan


"Rencananya, kami akan melakukan merger sekolah satu hamparan pada Januari 2023," ujar Ronianto saat ditemui di Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (5/10/2022).


Ia mengatakan, sedikitnya terdapat 67 sekolah di Kabupaten Cirebon yang ditargetkan akan digabung atau merger mulai awal tahun depan.


Namun, pihaknya bakal melihat dahulu jumlah formasi kepala sekolah yang kosong dalam mempersiapkan merger sekolah satu hamparan tersebut.

Baca juga: 2 Sekolah di Palabuhanratu Dibobol Maling Dalam Satu Malam, Aksi Pencurian Terekam CCTV


"Kami akan inventarisir dulu formasi kepala sekolah yang kosongnya sebagai persiapan penggabungan sekolah satu hamparan," kata Ronianto.


Ronianto menyampaikan, alasan merger itu di antaranya untuk mengurangi gap antarsekolah satu hamparan. Pasalnya, tak jarang ditemui sekolah satun hamparan yang lebih elit dibanding lainnya.


Karenanya, perbedaan yang mencolok itu menimbulkan kesan sekolah tersebut dibeda-bedakan untuk orang kaya dan orang biasa meski lokasinya berdekatan.


Selain itu, pihaknya juga menyayangkan munculnya persaingan tidak sehat di sekolah satu hamparan, sehingga memilih untuk menggabungkannya.


"Hal-hal semacam itu yang kami coba untuk menghilangkannya melalui kebijakan merger sekolah satu hamparan," ujar Ronianto.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved