Breaking News:

Warga Unjuk Rasa di Depan Pendopo dan DPRD Indramayu, Tapi Kali Ini Untuk Dukung Kebijakan Pemda

Warga di Kabupaten Indramayu kembali melakukan aksi unjuk rasa, Senin (3/10/2022).

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Warga yang mengatasnamakan Koalisi Rakyat Indramayu Bersatu (KARIB) saat melakukan aksi unjuk rasa di Pendopo Indramayu, Senin (3/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Warga di Kabupaten Indramayu kembali melakukan aksi unjuk rasa, Senin (3/10/2022).

Aksi demo kali ini dilakukan oleh masyarakat yang mengatasnamakan Koalisi Rakyat Indramayu Bersatu (KARIB).

Mereka melakukan unjuk rasa dengan tujuan untuk mendukung kebijakan Bupati Indramayu Nina Agustina.

Dalam aksinya, ratusan massa itu melakukan long march dan berorasi di depan Pendopo Indramayu serta DPRD Indramayu.

Menurut koordinator aksi, Urip Pulalam mengatakan, aksi warga ini sebagai bentuk keprihatinan mereka.

Lanjut dia, karena banyaknya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok lain namun mengatasnamakan rakyat demi kepentingan pribadi.

Aksi yang kelompok tersebut lakukan, dinilai Urip sudah menganggu stabilitas dan kondusifitas daerah.

"Kami datang ke sini untuk mendukung kebijakan Bupati Indramayu Nina Agustina," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Warga yang mengatasnamakan Koalisi Rakyat Indramayu Bersatu (KARIB) saat melakukan aksi unjuk rasa di Pendopo Indramayu, Senin (3/10/2022).
Warga yang mengatasnamakan Koalisi Rakyat Indramayu Bersatu (KARIB) saat melakukan aksi unjuk rasa di Pendopo Indramayu, Senin (3/10/2022). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Urip menyampaikan, Bupati Indramayu Nina Agustina belum lama menjabat dan saat ini sedang proses melakukan pembenahan daerah untuk menjadi lebih baik.

Jika pun dinilai ada kekurangan, menurut dia merupakan hal yang wajar karena belum lama memimpin.

Sebagai masyarakat, seharusnya mendukung dan ikut memperbaiki daerah agar bisa lebih baik lagi.

Urip juga mengajak kepada kelompok lain untuk bisa berdiskusi untuk mencari titik temu demi pembangunan daerah menjadi lebih baik lagi.

Di sisi lain, Urip mengutarakan, selama kepemimpinan Nina Agustina, sudah banyak kebijakan yang dirasakan.

Urip mencontohkan, ia pribadi berasal dari masyarakat petani di wilayah Kecamatan Sliyeg.

Adapun persoalan yang selalu dihadapi petani setiap tahunnya ada dua hal, yakni saat musim tanam petani kesulitan mencari obat dan musim panen petani sulit menjual padi.

"Dan alhamdulillah sejak kepemimpinan Bupati Nina kami merasa terbantu," ujar dia.

Dalam aksi tersebut, sedikitnya ada 6 poin tuntutan yang dituntut massa aksi:

1. Tolak oknum dan kelompok yang menganggu stabilitas dan kondusifitas di wilayah Kabupaten Indramayu yang dapat mencoreng Indramayu Bermartabat
2. Kawal pembangunan Indramayu
3. Kawal kesakralan Hari Jadi Indramayu
4. Stop penyebaran berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian
5. Tolak oknum yang mengatasnamakan masyarakat Indramayu untuk kepentingan pribadi
6. Dukung kebijakan Bupati dan DPRD Indramayu yang pro rakyat

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved