Tragedi Arema vs Persebaya
Dugaan Penyebab Aremania Meninggal dalam Tragedi Arema vs Persebaya, Diungkap Dirut RSUD Kanjuruhan
Dugaan awal penyebab meninggalnya Aremania korban Tragedi Arema vs Persebaya diungkap Dirut RSUD Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dr Bobby Prabowo
TRIBUNCIREBON.COM, MALANG - Dugaan awal penyebab meninggalnya Aremania korban kerusuhan Arema vs Persebaya diungkap Dirut RSUD Kanjuruhan, Kabupaten Malang, dr Bobby Prabowo.
Bobby menerangkan, banyak korban Tragedi Arema vs Persebaya yang dibawa ke RSUD Kanjuruhan dan meninggal dunia akibat trauma di bagian kepala, terdapat juga bekas injakan hingga cedera otak.
Selain itu, Bobby juga mengatakan ada dugaan korban meninggal karena kekurangan oksigen.
Disebutkan kekurangan oksigen ini terjadi karena banyaknya orang di lokasi dan terpapar asap.
"Itu semua kompilasi yang memperberat kondisi. Kira-kira seperti itu, jadi perlu kajian-kajian lagi yang mendalam tentang penyebab utama mengenai kematian dari korban-korban tersebut," ujar Bobby dikutip Tribuncirebon.com dari Surya.co.id, Minggu (2/10/2022).
Kata Bobby, pihak kepolisian akan memeriksa lebih jauh untuk mengetahui faktor kematian tersebut. Pihak RSUD Kanjuruhan tidak melakukan uji lab untuk mengetahui lebih detail faktor kematian.
"Nanti pihak kepolisian ada petugasnya sendiri. Kami tidak lakukan uji lab," terangya.
Baca juga: Presiden Jokowi Angkat Bicara soal Tragedi Arema vs Persebaya: Perintahkan Kapolri Usut Tuntas

Informasi terbaru, ada 129 korban meninggal dunia akibat kericuhan. Saat terjadinya kericuhan, terlihat adanya asap gas air mata di sejumlah tribun dalam stadion.
Tofan Zulkarnain, seorang Aremania yang mendapatkan perawatan medis di RSUD Kanjuruhan mengungkapkan, dirinya terjebak dalam asap tebal hasil tembakan gas air mata. Gas itu membuat dirinya panik sehingga berupaya mencari jalan keluar.
Warga Kota Malang ini kesulitan mendapatkan jalan keluar. Ia mengatakan, tembakan gas air mata datang ke arahnya yang duduk di tribun 14.
Baca juga: RILIS Daftar Nama-nama Korban Meninggal Akibat Kerusuhan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan
"Saya waktu itu tidak turun ke lapangan. Ada tembakan gas air mata ke arah saya," ujarnya.
Gas air mata itu membuatnya sulit bernafas. Ia bersama rekannya mengalami gangguan pernapasan lalu dievakuasi ke RSUD.
"Waktu itu saya melihat ada korban lain yakni anak kecil tepat di sebelah saya. Sepertinya anak kecil itu selamat. Saya memang sulit bernafas karena gas itu," paparnya.
Baca juga: Briptu Fajar Yoyok ialah Salah Satu Polisi Korban Tragedi Arema vs Persebaya, Alumni SMAN 1 Karangan
Liga 1 2022 dihentikan sementara
PSSI mengambil langkah tegas akibat tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang yang menewaskan 127 korban jiwa usai laga Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) kemarin malam, laga pekan 11 Liga 1 2022.