Breaking News:

Tragedi Arema vs Persebaya

Ada Pasangan Suami Istri Meninggal Terinjak, Ini Cerita Keluarga Korban Tragedi Arema vs Persebaya

Di antara korban meninggal dunia itu ada sepasang suami istri (pasutri) asal Kota Malang, yang diduga meninggal dunia akibat terinjak-injak di stadion

Editor: dedy herdiana
(SURYA/Purwanto)
Suporter Arema FC, Aremania membopong korban kericuhan sepakbola saat laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Banyak korban meninggal dalam tragedi ini. Arema FC kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. 

TRIBUNCIREBON.COM, MALANG - Awan duka tengah menyelimuti warga Malang, Jawa Timur. Ada sertusan lebih keluarga yang sekarang ini kehilangan anggota keluarganya karena menjadi korban kerusuhan Arema vs Persebaya.

Di antara korban meninggal dunia dalam Tragedi Arema vs Persebaya itu ada sepasang suami istri (pasutri) asal Kota Malang, yang diduga meninggal dunia akibat terinjak-injak di dalam Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

Pasangan suami istri Aremania yang menjadi korban usai menyaksikan laga Arema FC vs Persebaya, itu adalah Muhammad Yulianton (40) dan Devi Ratnasari (30).

Wali Kota Malang Sutiaji saat datang melayat ke rumah duka korban tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya di lanjutkan Liga 1 2022-2023mi
Wali Kota Malang Sutiaji saat datang melayat ke rumah duka korban tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya di lanjutkan Liga 1 2022-2023mi (Surabaya.Tribunnews.com/Kukuh Kurniawan)

Baca juga: Dugaan Penyebab Aremania Meninggal dalam Tragedi Arema vs Persebaya, Diungkap Dirut RSUD Kanjuruhan

Pasutri tersebut merupakan warga Jalan Bareng Raya 2G RT 14 RW 8 Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen Kota Malang.

Diketahui juga, pasutri itu menonton pertandingan tersebut bersama sang anak yang bernama Muhammad Alfiansyah yang masih berusia 11 tahun.

Salah satu saudara korban, Doni (43) menjelaskan secara detail kejadian tersebut.

"Jadi di RT 14 ini, ada sebanyak 20 orang warganya menonton langsung pertandingan di stadion. Kami menonton di Tribun 14," ujar Doni, Minggu (2/10/2022).

Setelah pertandingan itu berakhir, sekitar pukul 22.00 WIB, kondisi di dalam stadion mendadak ricuh.

Baca juga: Presiden Jokowi Angkat Bicara soal Tragedi Arema vs Persebaya: Perintahkan Kapolri Usut Tuntas

Pada awalnya, kericuhan terjadi di tengah lapangan.

Tak lama kemudian, kericuhan itu mengarah ke bagian tribun penonton.

"Saat itu, petugas keamanan menembakkan gas air mata ke arah Tribun 12. Namun karena angin, asap dari gas air mata itu mengarah ke Tribun 14.

Asap itu membuat perih mata, dan para penonton yang ada di Tribun 14 langsung berhamburan turun untuk segera keluar stadion," jelas Doni.

Doni pun langsung menggendong anaknya dan segera mengikuti para suporter yang lain untuk keluar stadion.

"Setelah itu, saya berhenti sebentar di bagian pintu keluar stadion. Tiba-tiba, Muhammad Alfiansyah ini datang menghampiri saya.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved