Breaking News:

Kasus Asusila

Terungkap Penyebab Bocah Laki-Laki di Bandung Lakukan Pelecehan Terhadap Teman Sesama Jenis

Bocah laki-laki yang diduga melakukan pelecehan terhadap temannya yang sesama jenis ternyata sering menonton video porno.

Google.com
Ilustrasi 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Bocah laki-laki yang diduga melakukan pelecehan terhadap temannya yang sesama jenis ternyata sering menonton video porno.


Hal itu diungkapkan Tim Kuasa Hukum korban, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Golkar, Iman Lubantoruan saat dihubungi Sabtu (1/10/2022). 


Menurutnya, pelaku terpengaruh video porno sehingga menirukan adegan dalam tayangan video tersebut, terhadap teman bermainnya. 

Baca juga: Siswa SMP di Bandung Diduga Cabuli Bocah Laki-laki, Korban Berjumlah 2 Orang


"Jadi, tidak ada iming-iming, hasrat itu ada gara-gara dia setelah nonton video (porno) dan dipraktikan kepada temannya," ujar Iman.


Salah satu korban pun, kata dia, mengaku sempat diancam pelaku menggunakan senjata tajam, jika tidak mau menuruti kemauan pelaku. 


"Paksaan menurut keterangan salah satu (korban) ada ancaman pisau," katanya.


Pihaknya pun memastikan bakal terus mengawal kasus ini. Sebab, kata dia, peristiwa seperti ini tidak boleh dibiarkan.

Baca juga: Pak Kadus di Belitung Tewas Setelah 10 Menit Kencan Dengan Cewek BO di Hotel


"Jelas, kita mengawal sesuai perintah Ketua LBH dan supaya jadi perhatian," ucapnya.


Sebelumnya, bocah laki-laki di Bandung, diduga menjadi pelaku pencabulan terhadap bocah lainnya, sesama laki-laki. 


Perwakilan lembaga bantuan hukum (LBH) Partai Golkar Kota Bandung, Reyraya Respati Paramudhita mengatakan, informasi terkait adanya dugaan pelecehan sesama laki-laki tersebut, dilaporkan masyarakat kepada Ketua Partai Golkar Kota Bandung


Dari laporan masyarakat itu, kata dia, diduga pelakunya berjumlah satu orang dan masih duduk di bangku SMP.

Sedangkan korbannya berjumlah dua orang, siswa Sekolah Dasar (SD). Pelaku dan korban ini, kata dia, merupakan teman bermain.


"Yang jelas yang dilakukan anak di bawah umur yang berada pada kisaran usia di kelas 6 SD dan pelakunya adalah kelas 1 SMP," ujar Reyraya Respati, saat dihubungi Rabu (28/9/2022). 


Kasus ini pun, kini sudah ditangani Polrestabes Bandung. Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Rudi Trihandoyo mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dan sedang melakukan rangkaian penyelidikan.


"Betul perkara tersebut ditangani oleh Polrestabes Bandung," ujar AKBP Rudi Trihandoyo saat dihubungi Rabu (28/9/2022).
 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved