Breaking News:

Pria di Bogor Ternyata Kumpulkan 10 Ibu Hamil Sejak Awal 2022, Bayi Dijual Rp 15 Juta

Kasus penjualan bayi baru lahir dengan modus adopsi di Bogor ternyata telah berlangsung sejak awal 2022. 

(TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)
Seorang pria di wilayah Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor diringkus Polres Bogor atas kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPo) berupa perdagangan bayi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 


TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kasus penjualan bayi baru lahir dengan modus adopsi di Bogor ternyata telah berlangsung sejak awal 2022. 


Total sudah ada 10 ibu hamil tanpa suami yang dikumpulkan pelaku berinisial SH. Dari jumlah tersebut, baru lima ibu hamil yang bayinya dijual pelaku dengan modus adopsi. 


Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, fakta tersebut didapat berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku yang kini sudah diamankan Polisi.


"Lima ibu diantaranya sudah melahirkan dan dipulangkan, sementara lima ibu lainnya masih menunggu persalinan di Balai Rehabilitasi Sosial, Bambu Apus, Jakarta Timur," ujar Ibrahim Tompo, saat dihubungi Sabtu (1/10/2022). 

Baca juga: Kumpulkan Ibu Hamil Tanpa Suami, Pria di Bogor Jual Bayi Rp 15 Juta Dengan Modus Adopsi


Modus pelaku, kata Ibrahim, yakni dengan menawarkan adopsi kepada orang lain melalui media sosial menggunakan nama Yayasan Ayah Sejuta Anak. 


Pelaku kemudian meminta uang Rp. 15 juta kepada orang yang akan melakukan adopsi, sebagai pengganti biaya persalinan secara sesar. Padahal, persalinan dilakukan di rumah sakit menggunakan BPJS.      
 
Pelaku pun dijerat pasal 83 Jo 76F UU RI No.35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Baca juga: Pria di Bogor Menampung 10 Wanita Hamil Tanpa Suami, Modus Jahat Terungkap Usai Bayi Lahir


"Ancaman hukumannya penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 lima belas tahun dan denda paling sedikit Rp60 juta dan paling banyak Rp300 juta," katanya. 


Selain mengamankan pelaku, Polisi pun melakukan koordinasi Kementerian PPPA dan Dinas Sosial Kabupaten Bogor.


Sebelumnya, Polisi berhasil membongkar perdagangan bayi dengan modus adopsi, lewat media sosial di Kabupaten Bogor


Pelaku berinisial SH warga Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor ini mengumpulkan para ibu hamil yang tidak memiliki suami, melalui media sosial pribadinya. 


Para ibu hamil itu kemudian ditawarkan pelaku untuk melakukan persalinan di rumah sakit. Selesai persalinan, anak yang dilahirkan akan diserahkan kepada orang yang ingin mengadopsi. 


"Ibu hamil tanpa suami dikumpulin setelah melahirkan anaknya dijual dengan modus adopsi namun proses adopsinya ilegal, melalui Yayasan Ayah Sejuta Anak," ujar Ibrahim Tompo.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved