Breaking News:

Nenek Tersangka Kecelakaan Maut Xpander di Sukabumi Belum Ditahan, Ternyata Ini Penyebabnya

Tersangka pengemudi Xpander F 1349 OJ penyebab kecelakaanmaut yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia Kamis (22/9/2022) lalu, belum ditahan.

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar/Dian
Mobil Xpander Silver seruduk angkot di jalan RA Kosasih tepatnya di dekt simpang jalan Perum Pesona Cibeureum, Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi Kamis (22/9/2022). 

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Tersangka pengemudi Xpander F 1349 OJ penyebab kecelakaanmaut yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia Kamis (22/9/2022) lalu, belum ditahan.

Pihak Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, sejauh ini baru mengungkap kasusnya hingga hasil penyelidikan dengan menetapkan tersangka atas kasus heboh Xpander tabrak angkot tersebut.

"Untuk saat ini kita melaksanakan penanganan. Namun untu tersangka sendiri masih dalam pengobatan dan perawatan di rumah sakit," jelas Kasatlantas Polres Sukabumi Kota, AKP Tejo Reno Indratno, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Nenek Pengemudi Xpander yang Tabrak Angkot hingga Tewaskan 3 Orang Kini Jadi Tersangka

Soal penahanan kata Tejo, pihaknya akan melakukan penahanan setelah tersangka dinyatakan sehat oleh dokter.

"Untuk penahanan tetap kita laksanakan sesuai prosedur tahap nanti kita lihat perkembangan kondisi yang bersangkutan," ucapnyam

"Terkait kondisinya yang di alami tersangka sejauh ini belum ada unsur kesengajaan," pungkas Tejo. 

Satlantas Polres Sukabumi Kota secara resmi menyakatan pengemudi Xpander HE (71) kecelakaan maut ditetapkan tersangka Kamis (28/8/2022).

Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota AKP Tejo Reno Indratno, mengatakan penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil penyelidikan secara utuh kepada tersangka pasca terjadinya kecelakaan. 

"Untuk perkembangan kecelakaan yang terjadi pada Kamis 22 September tepatnya Pukul 10 WIB di jalan RA Kosasih yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia. Pengemudi Xpander EH (71) ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya, saat Konferensi Persnya di Kantor Lakalatas di Jalan Kabandungan, Kota Sukabumi,

Pihak Unit Lakalantas, sejuah ini sudah melakukan penyelidikan mengumpulkan barang bukti pemerikasaan saksi-saksi termasuk kendaran milik tersangka

Termasuk melaksanakan pengecekan kendaraan pertama pengecekan dari Dishub dan pengecekan dri Mitsubishi oleh tenaga ketua mekanik yang sudah disertifikasi.

"Hasilnya, Sensor Rem sampai saat ini memang dinyatakan masih layak pakai, dari pihak mitsubishi. Jadi untuk sistem pengereman sendiri itu layak pakai," tuturnya.

Kejadian laka lantas maut tersebut, berkomitmen akan terus melaksanakan sesuai dengan standar operasional pelaksanaan sampai nanti dengan penyerahan berkas ke kejaksaan. .

Akibatnya, tersangka EH, terancam akan dijerat pasal 310 ayat 1 dan 4 yaitu kelalaian yang bisa mengakibatkan orang lain meninggal dunia. 

"Untuk ancaman hukuman 6 tahun dan denda Rp 12 juta," pungkas Tejo. (Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved