Minggu, 10 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

FIFA Match Day

Dua Kali Menang Atas Curacao, Timnas Indonesia Kini di Peringkat 151 Dunia

Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Curacao untuk kedua kalinya dalam pertandingan agenda FIFA Match Day. 

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
Pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri berebut bola dengan pemain Timnas Curacao Leandro Jones Johan Bacuna pada pertandingan Leg II di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/9/2022). 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Curacao untuk kedua kalinya dalam pertandingan agenda FIFA Match Day. 


Gol Timnas Indonesia dicetak dua pemain yang memiliki awalan nama yang sama yaitu huruf D, adalah Dimas Drajad (3') dan Dendy Sulistyawan (87') yang berhasil membawa Timnas Indonesia meraih kemenangan dengan skor 2-1, di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (27/9/2022). 


Hasil kemenangan tersebut pun membuat bangga lebih dari 12 ribu penonton Timnas Indonesia yang hadir ke stadion, serta jutaan fan skuad Garuda yang mendoakan dari rumah masing-masing.


Sebab, meski secara pemeringkatan di ranking FIFA, Curacao berada jauh dibandingkan Timnas Indonesia, yaitu ranking 84, sedangkan Indonesia berada di 153. 

Baca juga: Menang 2 Kali Atas Curacao, Timnas Indonesia Melesat 4 Peringkat di Ranking FIFA


Namun skuad asuhan Shin Tae-yong mampu membuktikan diri bahwa perjuangan tidak akan mengkhianati hasil.

Terbukti dua kali Timnas Indonesia meraih kemenangan atas Curacao dalam agenda FIFA Match Day yang berlangsung di Bandung maupun di Bogor.


Hasil ini pun menaikan peringkat Timnas Indonesia di ranking FIFA. Dengan tambahan 14,82 poin, skuad Garuda kini berada di peringkat 151 dunia, dengan total koleksi 1.034,1 poin.


Sebelumnya, Timnas Indonesia mengawali pertandingan melawan Curacao berbekal ranking 155 dunia, dengan 1.019,19 poin.


Namun kemenangan dengan skor 3-2 di Stadion GBLA Kota Bandung, Sabtu (24/9)
berhasil membuat Timnas Indonesia naik dua tangga peringkat, yakni 153 setelah mendapatkan tambahan 7,41 poin.


Tambahan poin membuat koleksi poin Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan menjadi 1.026,60 poin.

 

Kini kemenangan dengan skor 2-1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (27/9/2022), membuat skuad Garuda kembali mendapatkan tambahan 7,41 poin, dan berhak kembali naik dua peringkat ke urutan 151 ranking FIFA, dengan total capaian 1.034,1 poin.


Dengan ranking dan poin yang dimiliki Indonesia, maka tim asuhan Shin Tae-yong tersebut, berhasil menyalip torehan empat tim di atasnya, yaitu, Republik Dominika (1.031 poin), Andorra (1.028 poin), Yaman (1.023 poin) dan Afghanistan (1.023 poin).


Setelah menghadapi Curacao, PSSI akan mencarikan lawan 50 besar ranking FIFA untuk Timnas Indonesia, dalam agenda FIFA Matchday selanjutnya.


Tentu langkah ini akan membuat posisi Timnas Indonesia di ranking FIFA berpeluang semakin meningkat.


FIFA Matchday terdekat yang dapat dijalani oleh Timnas Indonesia adalah pada 20-28 Maret 2023, atau seusai Piala AFF 2022 pada akhir tahun ini.


Jalannya pertandingan


Timnas Indonesia yang mengenakan jersey merah-putih-merah langsung tampil menekan sejak peluit dibunyikan wasit. 


Hasilnya baru tiga menit bergulir, skuad asuhan Shin Tae-yong berhasil unggul lebih dulu, melalui gol yang di cetak oleh Dimas Drajad.


Berawal dari sepakan keras jarak jauh yang dilepaskan oleh Witan Sulaeman dari luar kotak pinalti Curacao. Bola liar yang tidak sempurna di tangkap oleh kiper Curacao, Tyrick Jeremy Bodak justru mengarah ke Dimas Drajad. 


Dimas yang berdiri tanpa kawalan para pemain bertahan Curacao, langsung menceploskan bola untuk membuka kran gol.


Skor 1-0 Timnas Indonesia unggul.


Tertinggal satu gol, memaksa pasukan Remko Bicentini yang mengenakan jersey biru - biru - biru bermain lebih terbuka, dengan menekan lini pertahanan Timnas Indonesia dari sisi kiri dan kanan.


Pada menit 16, wasit harus mengacungkan kartu kuning pertamanya bagi pemain Curacao, Shermaine Dacildes Efraim Martina. Setelah pemain bernomor punggung 4 tersebut, melakukan takel keras kepada Witan Sulaeman.


Peluang berbahaya pertama Curacao terjadi pada menit 29, setelah sepakan keras jarak jauh dari luar kotak pinalti mampu dilepaskan oleh Gevaro Giorman Magno Nepumoceno. Beruntung arah bola tipis mengarah ke luar sisi kanan gawang Timnas Indonesia.


Lima menit kemudian, Curacao kembali mengancam lini pertahanan Timnas Indonesia, setelah umpan terobosan pemain Curacao dari luar kotak pinalti, hampir mampu di menjadi gol. Beruntung Syahrul Fadil maju dan menghalau bola sebelum diterima oleh Rangelo Maria Janga yang sudah menunggu di kotak pinalti.


Menit 35, pemain Curacao, kembali harus menerima kartu kuning kedua dari wasit. Kali ini kartu di berikan kepada Leandro Bacuna, setelah melakukan pelanggaran kepada Ricki Kambuaya.


Menit 44, wasit kembali mencabut kartu kuning ketiganya. Kartu kuning diberikan bagi pemain Timnas Indonesia, Saddil Ramdani karena melakukan pelanggaran bagi pemain Curacao, di area tengah lapangan pertandingan.


Jelang lima menit waktu normal babak pertama berakhir, secara bergantian jual beli serangan dilakukan oleh kedua kesebelasan.


Namun, hingga tiga menit tambahan waktu yang diberikan perangkat pertandingan berakhir, skor 1-0 bagi Indonesia tetap tidak berubah.


Setelah tertinggal satu gol oleh Timnas Indonesia di babak pertama, pelatih Curacao, Remko Bicentini bereaksi dengan melakukan rotasi dua pemain sekaligus saat babak kedua baru bergulir, yaitu memasukan Jeremy Antonisse dan Kevin Felida, untuk menggantikan Gevaro Nepumoceno dan Roly Bonevacia.


Perubahan tersebut berbuah manis, setelah Jeremy Antonisse berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada sentuhan pertamanya pada menit 47.


Skor pun berubah menjadi imbang 1-1 bagi kedua tim.


Pada menit 52, wasit kembali mengangkat kartu kuning keempat, kembali bagi pemain Curacao, yaitu Juninho Bacuna. Setelah sang pemain melakukan pelanggaran kepada Pratama Arhan di sisi kanan pertahanan Curacao.


Pada menit 53, pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong menarik keluar Ricki Kambuaya karena tampak mengalami masalah pada kaki kanannya. Ia pun digantikan oleh Marselino Ferdinan.


Menit 56, pemain Curacao kembali melakukan pelanggaran keras, dan harus menerima kartu kuning kelima dari wasit. Kali ini Nathangelo Markelo yang menerimanya setelah melanggar Pratama Arhan.


Timnas Indonesia memiliki peluang emas pada menit 56, setelah sepakan keras dilakukan Saddil Ramdani dari luar kotak pinalti, namun Tyrick Bodak mampu menepis bola sehingga meninggalkan lapangan, dan menciptakan sepak pojok bagi Skuad Garuda.


Menit 60, pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan harus menerima kartu kuning keenam dari saku wasit. 


Menit 66, Shin Tae-yong kembali melakukan pergantian bagi dua pemainnya sekaligus, yaitu, menggantikan Dimas Drajad dan Egy Maulana Vikri yang mengalami cedera dan terpaksa ditandu ke luar lapangan.


Keduanya di gantikan oleh Muhammad Rafli dan Dendy Sulistyawan.


Tim asuhan Remko Bicentini hampir membukukan gol keduanya pada menit 72, setelah sepakan keras dilepaskan pemain Curacao. Beruntung bola masih mampu di tepis oleh Syahrul Fadil, sehingga hanya menciptakan sepak pojok bagi Curacao.


Skor pun tidak berubah.


Menit 73, rotasi kembali dilakukan Timnas Indonesia, Muhammad Ferarri dan Ramadhan Sananta dimasukan untuk menggantikan Saddil Ramdani dan Pratama Arhan yang sudah tampak sangat kelelahan.


Tiga menit berselang, tepatnya menit 76, Curacao pun melakukan rotasi, yaitu memasukan Gino van Kessel menggantikan Rangelo Janga. 


Lima belas menit menuju akhir pertandingan, Timnas Curacao semakin sering melakukan tekanan kepada lini pertahanan Timnas Indonesia. Namun solidnya para pemain bertahan skuad Garuda membuat gawang Indonesia tetap aman.


Pada menit 80, situasi semakin memanas, setelah pemain Curacao, Juninho Bacuna harus mandi lebih cepat dari rekan-rekannya, karena menerima kartu kuning keduanya berbuah kartu merah, setelah melakukan pelanggaran terhadap Marselino Ferdinan.


Saling dorong pun terjadi antar pemain dari kedua kesebelasan, atas tindakan respresif dari beberapa pemain kedua tim.


Kartu kuning bagi Juninho Bacuna menjadi kartu ketujuh yang keluar dari saku wasit.


Keluarnya Juninho menyebabkan, Curacao harus bermain dengan sepuluh orang pemain dilapangan di sisa akhir pertandingan.


Tensi tinggi pertandingan seolah belum mereda, kali ini giliran pemain Timnas Indonesia, Rizky Ridho harus mendapatkan kartu kuning kedelapan dari saku wasit. 


Perjuangan dan tekanan tanpa henti yang dilakukan para skuad Garuda di sisa akhir pertandingan, berbuah manis menjadi gol kedua bagi tim asuhan Shin Tae-yong, setelah Dendy Sulistyawan berhasil menceploskan bola ke gawang Curacao pada menit 87.


Berawal dari pergerakan Elkan Baggot yang bergerak di sisi kiri pertahanan Curacao, memberikan umpan pendek kepada Witan Sulaeman. 


Witan yang melakukan gerakan luak-liuk di dalam kotak pinalti, berhasil mengecoh pengawalan para pemain bertahan lawan, dan sukses melepaskan umpan ke sisi tiang jauh yang disambar oleh Dendy Sulistyawan sehingga menjadi gol bagi Indonesia.


Skor pun menjadi 2-1 bagi keunggulan Timnas Indonesia.


Berkali-kali bek yang menjadi kapten Timnas Indonesia, Rachmat Irianto harus jatuh bangun dilanggar para pemain Curacao yang mulai frustasi mendapat tekanan dari pasukan Garuda.


Hingga empat menit tambahan waktu yang diberikan perangkat pertandingan berakhir, skor 2-1 bagi kemenangan Indonesia tidak berubah (Cipta Permana).

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved