Breaking News:

Anak-anak & Orang Dewasa Nyebur ke Laut di Pantai Kepolo Singaraja, Ini yang Mereka Lakukan

Sejumlah warga mulai dari anak-anak hingga dewasa menceburkan diri ke laut di Pantai Kepolo Singaraja Indramayu

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Warga saat mencari kerang kepah di Pantai Kepolo Singaraja Indramayu, Minggu (25/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sejumlah warga mulai dari anak-anak hingga dewasa menceburkan diri ke laut di Pantai Kepolo Singaraja Indramayu, Minggu (25/9/2022).

Mereka diketahui tengah mengisi weekend dengan mencari kerang kepah.

Kerang yang memiliki nama latin Polymesoda erosa ini banyak terdapat di pantai setempat, terutama di dekat hutan bakau.

Pantauan Tribuncirebon.com, sejak pagi sekitar pukul 08.00 WIB kawasan setempat sudah ramai didatangi warga.

Cari Kerang
Warga saat mencari kerang kepah di Pantai Kepolo Singaraja Indramayu, Minggu (25/9/2022).

Mereka baru naik ke daratan sekitar pukul 12.00 WIB, ditangan mereka juga terdapat kantung berisikan banyak kerang.

Salah seorang warga asal Desa Pekandangan, Sri (28) mengatakan, ia sengaja datang bersama suami untuk mencari kerang.

"Sambil mengisi waktu weekend jadinya ke sini, nyari di pasar lagi kosong padahal saya lagi pengen banget," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Baca juga: Wisata Pantai Karangsong Indramayu Tutup Sementara Imbas Banjir Rob, Kerugiannya Ditaksir Segini

Sri menyampaikan, kerang kepah itu nantinya ia akan masak menjadi tumis dan olahan makanan lainnya.

Kerang kepah sendiri diketahui kaya akan protein. Manfaat mengkonsumsi kerang ini diketahui dapat menurunkan berat badan, baik itu pertumbuhan otak, hingga meningkatkan kekebalan tubuh.

Warga lainnya, Didi (19) mengatakan, ia sudah biasa mencari kerang kepah di wilayah setempat dengan saudaranya.

Kerang yang didapat pun cukup mulayan, bisa mencapai 5-7 kilogram.

Adapun cara mencarinya, cukup dengan menggunakan tangan, kerang-kerang tersebut bersembunyi di bawah pasir laut.

"Sebagian untuk dimakan, misal ada yang mau ya dijual, sekilogramnya Rp 15 ribu," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved