Kasus Perundungan

Ridwan Kamil Posting soal Bully di Cirebon, Netizen: Aku yang Bukan Orangtuanya Aja Netesin Air Mata

Ridwan Kamil memposting adanya kasus bullying dan langsung dapat resposn netizen hingga ada netizen yang meneteskan air mata setelah melihat aksinya

Penulis: dedy herdiana | Editor: dedy herdiana
Kolase Tribuncirebon.com/IG Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat merespons soal kasus bullying di Kabupaten Cirebon mendapat banyak komentar netizen. 

TRIBUNCIREBON.COM - Kasus bully atau bullying alias perundungan kembali heboh. Kali kejadiannya di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang langsung membuat sang Gubernur Ridwan Kamil angkat bicara.

Sebelumnya kasusnya ini seakan senyap tak terdengar, namun tiba-tiba Ridwan Kamil memposting adanya kasus tersebut dan langsung mendapat resposn netizen hingga ada netizen yang meneteskan air mata menangis setelah melihat aksi bullying tersebut.

Seperti yang terekam dalam videonya yang kini sudah beredar luas, aksi perundungan itu ditujukan kepada anak berkebutuhan khusus atau difabel.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polresta Cirebon Tangkap 3 Pelajar Pelaku Perundungan Penyandang Disabilitas

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton (kanan), saat menunjukkan sejumlah barang bukti kasus perundungan dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (22/9/2022).
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton (kanan), saat menunjukkan sejumlah barang bukti kasus perundungan dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (22/9/2022). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Dalam video viral itu terlihat seorang anak difabel berteriak dan menangis karena dibully pelaku yang merupakan pelajar SMA.

Terlihat pemuda berseragam SMA menendang korban sambil merokok.

Sesekali korban tampak memberontak melawan aksi pelajar SMA tersebut.

Terdengar juga ada pelajar lain yang malah tertawa menyaksikan aksi perundungan tersebut.

Adegan selanjutnya, tampak pelajar SMA itu menginjak dan berdiri di pundak korban.

Sontak korban semakin menjerit kesakitan dan menangis meminta aksi tersebut dihentikan.

Namun, pelaku malah terus menertawakan kejadian itu.

Sesuai keterangan di video itu, peristiwa itu terjadi di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.

Mengutip Kompas.com, Kapolsek Susukan, Iptu Rinduwan membenarkan kejadian itu terjadi di wilayah hukum Polsek Susukan, Polresta Cirebon.

"Benar, peristiwa yang sedang ramai di media sosial itu terjadi di wilayah hukum Polsek Susukan."

"Kami sudah melakukan pemeriksaan sejak kemarin," katanya kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (21/9/2022).

Dikatakannya, peristiwa itu langsung menjadi perhatian.

Pihak PPA Reskrim Polresta Cirebon juga langsung bergerak.

Berdasarkan informasi, petugas sudah mengamankan pelaku sejak Selasa malam.

Ridwan Kamil Beri Respons

Menanggapi kejadian itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberikan respons-nya.

Dalam unggahan di akun Instagram @ridwankamil, ia mengunggah video perundungan tersebut namun videonya itu sekarang sudah tidak bisa dilihat karena dinilai mengandung unsur yang sensitif.

Dalam keterangan video, ia mengingatkan agar tidak ada lagi perundungan yang terjadi.

Apalagi, kepada kaum difabel yang seharusnya dipahami dan disayangi.

"Menindaklanjuti hal ini, 1 dari 3 pelaku kekeraan dan bully di Kab Cirebon ini sudah ditangkap polisi. Dan akan ditindak ssuai prosedur hukum yang berlaku.

Pendamping mental juga sudah kami arahkan kepada tim psikolog @jabarquickresponse," tulis Ridwan Kamil.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu juga mengingatkan para pelajar agar saling menyanyangi dan memperlakukan teman dengan baik.

"Untuk para orangtua dan para guru, mari edukasi terus rasa sayang kemanusiaan kepada anak-anak asih dan anak didik kita agar dunia selalu damai dan saling tolong menolong," tulisnya.

Atas postingan Ridwan Kamil tersebut, banyak netizen yang meresposnya.

Hingga pukul 13.37 WIB, Kamis (22/9/2022), ada  235.681 netizen yang merespons.

Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus atau difabel viral di media sosial. Dalam video yang beredar tampak seorang anak difabel berteriak dan menangis karena ulah pelaku yang merupakan pelajar SMA.
Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus atau difabel viral di media sosial. Dalam video yang beredar tampak seorang anak difabel berteriak dan menangis karena ulah pelaku yang merupakan pelajar SMA. (Istimewa)

Berikut ini beberapa komentar dari ratusan ribu netizen yang merespons:

"Melihat video beginian keselnya luar biasa, ada apa dgn manusia ini yah," ujar canro.simarmata.

"SIAP KAWAL KORBAN BULLYING," ungkap raden.rezapramadia

"Astagfirulloh, aku yg bukan org tuanya aja ikut netesin air mata.. apalagi org tua nya ngeliat anaknya dikaya gniin (emoji menangis)," tutur megamelianty.

"Yang begini sebaiknya dipenjarakan aja pak Gub atau sanksi sosial yg berat," kata masirsyad_.

"Kasus bully di sekolah2, kampus, bahkan lembaga kerja jg masih banyak, saya jg salah satu korbannya sejak kecil sampe terakhir kerja di lembaga tempat saya mengajar dulu. Kadang ketika hal ini dilaporkan dan diketahui oleh sekolah/kampus/lembaga kerja blm tentu ditindak lanjuti, apalagi setelah tau ternyata pihak orang tua/keluarga pembully adalah org yg berkuasa (kaya/byk berkontribusi pd sekolah/kampus/lembaga tersebut), kadang miskin/ kekurangan fisik/minoritas jd alasan utama jd korban. Keadilan itu harusnya dimulai dr keluarga yg sadar bahwa perilaku anaknya bermasalah dan ditindak, dan yg dilindungi jg korbannya. Sedih akutu," papar clarakharisma.

Sedih banget liatnya, karena saya punya anak Autism. Semoga semua ABK gak ada laginyang mengalami pem-bully-an. Aamiin," ungkap duniamanji.

"Harap kita bedakan antara kenakalan remaja dengan tindakan mengarah pidana. Mengganggu orang lain apalagi kaum difabel dengan kekerasan adalah perbuatan menuju pidana, harus ditindak secara hukum tetapi tetap mengedepankan prinsip restorative justice," kata jiprat7.  (*)

 

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved