Breaking News:

Ketua Umum SWI Minta Atensi Presiden Jokowi dan Kapolri Atas Kasus Penganiayaan Wartawan

Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia, Maryoko Aiko  mengutuk keras perlakuan buruk, penyiksaan dan penyekapan terhadap wartawan

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia (SWI), Maryoko Aiko. 

TRIBUNCIREBON.COM - Ketua Umum Sekber Wartawan Indonesia, Maryoko Aiko  mengutuk keras perlakuan buruk, penyiksaan dan penyekapan terhadap wartawan yang masih sering terjadi di Indonesia.

Aiko meminta Presiden dan Kapolri untuk memberikan atensi pada kasus-kasus penganiayaan wartawan di Indonesia.

“Peristiwa Karawang kemarin itu sudah keterlaluan. Masa ga faham kerja wartawan, jurnalis itu dilindungi undang-undang! Makin parah kalau ini bener dilakukan ASN dan kaki tangannya.” ujar Aiko dalam rilis yang disampaikan ke media.

“Jangan disiksa dong. Ada hak jawab! Silakan dijawab kalau tidak terima atas apa yang disampaikan oleh karya jurnalistik maupun hasil liputan. “ lanjutnya.

Baca juga: Hati-hati, Wartawan Tribunnews.com Gadungan Konfirmasi Berita Asusila, Ujung-ujungnya Memeras

“UU Pers itu jelas karya Konstitusi DPR dan ditandatangani Presiden. Masih dilawan juga? Kalau  UU tidak dihormati dan ditaati maka itu sama juga melakukan pembangkangan terhadap konstitusi!”  kata Aiko.

“Khusus kejadian kemarin, saya meminta kepada Bapak Presiden, Bapak Gubernur dan Bupati Karawang juga kepada Bapak Kapolri, Kapolda dan Kapolres Karawang. Mohon kasus penganiayaan wartawan diberi atensi khusus. Di manapun kejadiannya. Tidak hanya sebatas kasus Karawang. Karena kalau diabaikan, peristiwa pelecehan dan penganiayaan akan terus berulang.

Saya sebagai Ketum SWI tidak memandang jurnalis bernaung dengan asosiasi apa, bila ada ketidakadilan terhadap rekan-rekan wartawan, pelecehan profesi apalagi penculikan dan pentiksaan SWI akan berada di sana,” tegas Aiko.

Seperti diketahui, kasus dugaan penculikan dan penganiayaan dua wartawan di Karawang oleh oknum pejabat di lingkungan Pemkab Karawang terjadi pada akhir pekan lalu atau Sabtu (17/9) malam hingga Minggu (18/9) dini hari.

Dua orang yang menjadi korban dugaan penculikan dan penganiayaan oknum pejabat Pemkab Karawang itu ialah Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal Mustofa.

Korban yang juga wartawan daring di Karawang kemudian melapor ke Polres Karawang pada Senin (19/9) malam dengan nomor laporan STTLP/1749/IX/2022/SPKT.Reskrim/PolresKarawang/PoldaJawaBarat.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved