Breaking News:

Selain Undang, Korban Rentenir di Garut Nangis Saat A Jadi Tersangka, Pernah Sampai Jual Sawah

Polisi tetapkan A (33) seorang perempuan yang menjadi otak perobohan rumah milik Undang (47) lantaran telat membayar utang.

Tribun Jabar/Sidqi
Undang dan Sutinah korban rentenir saat memeluk Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Polisi tetapkan A (33) seorang perempuan yang menjadi otak perobohan rumah milik Undang (47) lantaran telat membayar utang.

Ditetapkannya A sebagai tersangka disyukuri oleh PP (30) yang juga merupakan korban.

"Pas saya tau berita soal A jadi tersangka, saya menangis, bersyukur. Saya juga pernah menjadi korbannya," ujar PP kepada Tribunjabar.id, Rabu (21/9/2022).

PP menyebut dirinya terjebak utang piutang yang tak kunjung selesai dengan A.

Bahkan ia harus kehilangan sawahnya demi menutupi utang dicampur bunga yang fantastis.

Baca juga: Undang dan Istri Peluk Kapolres Garut, Bakal Dibuatkan Lagi Rumah dan Diberi Pekerjaan

Pelaku perobohan rumah saat dihadirkan di Mapolres Garut, Selasa (20/9/2022).
Pelaku perobohan rumah saat dihadirkan di Mapolres Garut, Selasa (20/9/2022). (Tribun Jabar/Sidqi)

"Gara-gara utang sama A, saya sampai kehilangan sebidang tanah, sawah saya jual, nilainya puluhan juta," ucapnya.

A menjadi tersangka bersama 7 orang lainnya karena melanggar Pasal 170 KUHP JO Pasal 55 KUHP JO Pasal 56 KUHP dan Atau Pasal 406 KUHP, atas pengrusakan secara bersama-sama.

Baca juga: HEBOH Tak Sanggup Bayar Utang Rp 1,3 Juta, Rumah Warga di Garut Dirobohkan Rentenir

7 orang tersebut diperintah oleh tersangka A untuk melakukan pembongkaran rumah milik Undang.

Sementara satu tersangka lain yang berinisial E yang merupakan saudara kandung Undang, ditetapkan sebagai tersangka lantaran menjual tanah milik Undang tanpa sepengetahuannya.

E dijerat dengan Pasal 385 KUHP yaitu penggelapan tanah.

"Ancaman pidana untuk Pasal 170 paling maksimal adalah 5 tahun penjara, sementara Pasal 385 kepada saudara E itu ancaman hukumannya 4 tahun penjara," ujar Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono saat ekpose kasus tersebut, Selasa (20/9/2022).

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved