Breaking News:

Hingga September 2022, Bulog Cirebon Distribusikan 21 Ribu Ton Beras Medium

1000 ton beras medium kemasan lima kilogram juga telah didistribusikan ke tingkat pengecer maupun retail di wilayah kerja Bulog Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Budi Sultika (kiri), saat menunjukkan beras medium kemasan lima kilogram di Gudang Bulog Tuk, Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon telah mendistribusikan ribuan ton beras medium di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, serta Majalengka.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Budi Sultika, mengatakan, sejak awal tahun ini beras medium yang didistribusikan ke pasaran mencapai 20 ribu ton.

Selain itu, menurut dia, 1000 ton beras medium kemasan lima kilogram juga telah didistribusikan ke tingkat pengecer maupun retail di wilayah kerja Bulog Cirebon.

"Totalnya 21 ribu ton beras medium yang didistribusikan, yaitu 20 ribu ton ke tingkat distributor dan 1000 ton ke retail maupun pengecer," ujar Budi Sultika saat ditemui di Gudang Bulog Tuk, Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/9/2022).

Baca juga: Harga BBM Naik, Bulog Cirebon Pastikan Harga Beras di Pasaran Stabil

Ia mengatakan, pendistribusian beras medium ke tingkat distributor di Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, merupakan kemasan 50 kilogram, dan berlangsung sejak Januari 2022.

Sementara beras medium kemasan lima kilorgam merupakan produk baru yang diluncurkan Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon beberapa waktu lalu dan jalur distribusiannya melalui retail hingga pengecer.

Namun, pihaknya memastikan harga beras medium yang dilepas Bulog Cirebon ke distributor ataupun retail sama, yakni Rp 8.300 perkilogram, dan tidak berubah meski harga BBM naik.

"Pendistribusian beras medium ini untuk memastikan ketersediaan pangan di pasaran, dan stoknya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Budi Sultika.

Budi juga mempersilakan masyarakat jika ingin membeli beras yang harganya terjangkau maka bisa mendatangi Rumah Pangan Kita (RPK) maupun gudang Bulog terdekat.

Ia menyampaikan, hingga kini masih mendistribusikan beras medium ke pasaran untuk menjaga stoknya dan mencegah kenaikan harga, sehingga tidak menimbulkan gejolak.

Selain itu, harga beras medium di pasaran yang kini mencapai Rp 9000 per kilogram dipastikan masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Bulog Cirebon, yakni Rp 9450 per kilogram.

"Perihal penyesuaian harga beras medium di pasaran ini imbas ongkos distribusi bertambah setelah harga BBM naik, kalau dari Bulog tidak ada perubahan harga," ujar Budi Sultika.

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved