Breaking News:

Harga BBM Naik, Bulog Cirebon Pastikan Harga Beras di Pasaran Stabil

Bulog Cirebon memastikan harga beras di pasaran tetap stabil meski pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Budi Sultika, saat mengecek stok beras di Gudang Bulog Tuk, Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Bulog Cirebon memastikan harga beras di pasaran tetap stabil meski pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Budi Sultika, mengatakan, dari hasil pemantauan saat ini harga beras medium di pasaran mencapai Rp 9000 perkilogram.

Menurut dia, harga tersebut masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras medium yang ditetapkan Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, yakni Rp 9450 perkilogramnya.

"Kalau ada perubahan harga beras di pasaran itu hanya penyesuaian akibat harga BBM naik, tapi secara umum harganya stabil," kata Budi Sultika saat ditemui di Gudang Bulog Tuk, Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/9/2022).

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Budi Sultika, saat mengecek stok beras di Gudang Bulog Tuk, Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/9/2022).
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Budi Sultika, saat mengecek stok beras di Gudang Bulog Tuk, Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/9/2022). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Ia mengatakan, penyesuaian harga itu pun jika dikalkulasikan dalam harga beras perkilogram maka besarannya tidak seberapa sehingga tidak berpengaruh secara signifikan.

Pasalnya, harga jual di pasaran masih di bawah HET yang telah ditetapkan. Karenanya, pihaknya pun berupaya maksimal untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

Di antaranya, menggelontorkan beras medium melalui pengecer, distributor, retail, Rumah Pangan Kita (RPK), dan lainnya, untuk menjaga stoknya sehingga harganya tetap stabil.

"Kalau penyesuaian harga beras di pasaran ini imbas dari biaya distribusinya bertambah akibat kenaikan harga BBM, tetapi dari Bulog tidak ada perubahan harga," ujar Budi Sultika.

Budi menyampaikan, Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon menjual beras medium seharga Rp 8300 perkilogram dan beras premium seharga Rp 11 ribu perkilogramnya.

Pihaknya memastikan, harga tersebut tidak berubah sejak beberapa waktu lalu meski pada awal September 2022 pemerintah telah menetapkan kenaikan harga BBM.

"Jadi, penyesuaian harga beras di pasaran karena ongkos distribusinya bertambah, bukan akibat kelangkaan maupun stoknya menipis," kata Budi Sultika.

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved