Breaking News:

Harga Bawang Merah Rp 40.000 Sekilo, Ini yang Dilakukan Pemkab Majalengka untuk Tekan Harga

anggaran sebesar Rp 1,5 miliar khusus untuk menekan harga bawang merah, agar harga jual di pasaran tidak terlalu tinggi

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Petani Bawang di Desa Pakubereum di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA -  Pemerintah Kabupaten Majalengka telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar khusus untuk menekan harga bawang merah.

Hal itu, agar harga jual di pasaran tidak terlalu tinggi, sehingga dengan begitu inflasi yang terjadi lebih bisa ditekan.

Menurut keterangan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Iman Firmansyah, bahwa subsidi akan diberikan kepada 5 kelompok tani atau sebanyak 153 orang petani dengan luas areal tanam mencapai sekitar 178 hektare.

Disampaikan dia, yang disubsidi untuk petani bawang merah ini bukan bibit ataupun pupuk, melainkan harga jual untuk setiap kilogramnya.

Hal ini dilakukan sehubungan harga jual bawang merah di pasaran masih cukup tinggi, karena harga jual ditingkat bandar ke pasar juga masih tinggi.

Baca juga: Harga Cabai dan Bawang Jadi Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi di Majalengka 

Adapun, harga eceran berdasarkan data dinas terkait kini mencapai Rp 40.000 per kilogram.

“Kami nanti akan mensubsidi harga ke petani  untuk setiap kilogramnya sebesar Rp 5.000."

"Jadi nanti andai kata harga jual petani ke pasaran sebesar Rp 15.000 per kilogram, maka sebesar Rp 5.000 di antaranya yang akan diberikan oleh pemerintah."

"Atau petani hanya menjual harga ke pasar sebesar Rp 10.000 per kilogram, karena sisanya dibayar oleh pemerintah,” ujar Iman, Rabu (21/9/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved