Breaking News:

Beri Jempol Tapi Muka Sedih, Cerita Driver Ojol di Majalengka: Pendapatan Turun Pasca Harga BBM Naik

Agus Setiawan (30), seorang driver ojek online atau ojol, hanya bisa pasrah setelah kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Agus Setiawan, seorang driver ojek online atau ojol di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang beri jempol tapi mukanya tampak sedih, saat ditemui usai mendapat bantuan sembako pada acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Lantas di Mapolres Majalengka, Rabu (21/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Agus Setiawan (30), seorang driver ojek online atau ojol, hanya bisa pasrah setelah kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Ditemui di Mapolres Majalengka saat mendatangi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Lantas pada Rabu (21/9/2022), Agus mengaku pendapatannya menurun lantaran modal yang harus ia keluarkan untuk membeli bensin menjadi lebih besar.

Agus Setiawan, seorang driver ojek online atau ojol di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang beri jempol tapi mukanya tampak sedih, saat ditemui usai mendapat bantuan sembako pada acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Lantas di Mapolres Majalengka, Rabu (21/9/2022).
Agus Setiawan, seorang driver ojek online atau ojol di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang beri jempol tapi mukanya tampak sedih, saat ditemui usai mendapat bantuan sembako pada acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Lantas di Mapolres Majalengka, Rabu (21/9/2022). (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Sebelum harganya naik, Agus hanya menghabiskan sekitar Rp 20 ribu dalam sehari.

Sementara kini, warga Kelurahan Babakan Jawa itu harus merogoh kocek hingga Rp 35 ribu sehari.

Kondisi tersebut, membuat uang yang mesti dia bawa ke rumah setelah bekerja seharian menjadi berkurang.

"Ya pasti berkurang, biasanya saya bawa uang sehari bisa Rp 150 ribu, sekarang cuma Rp 100 ribu, istri suka nanya begitu kenapa bisa berkurang, ya saya jawab karena BBM naik," ujar Agus kepada Tribun, Rabu (21/9/2022).

Baca juga: HARGA BBM Pertamina 21 September 2022: Pertalite, Solar dan Pertamax Seluruh Indonesia

Menurunnya pendapatan Agus, terjadi lantaran penerapan tarif yang dilakukan oleh sang aplikator masih terbilang murah.

Di sisi lain, pemotongan aplikator terhadap tarif penumpang dianggap terlalu tinggi.

"Meski kemarin tarif ojol naik, tapi kan pemotongan sama aplikator masih tinggi sebanyak 20 persen. Jadi tetap aja pendapatan kami segitu-gitunya bahkan menurun," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved