Breaking News:

Ganjar Pranowo Datangi Langsung Warga yang Bakar Jerami di Pinggir Tol Bawen, Ini yang Terjadi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi langsung warga yang membakar rumput jerami dan sampah di tepi jalan tol.

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa/jatengprov.go.id
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi langsung warga yang membakar rumput jerami dan sampah di tepi jalan tol. 

TRIBUNCIREBON.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi langsung warga yang membakar rumput jerami dan sampah di tepi jalan tol.

Ganjar menghentikan laju mobilnya saat melintasi Tol Bawen-Ungaran, karena mendapati kepulan asap yang mengganggu perjalanan. 

Ia pun langsung turun untuk memadamkan api yang berasal dari pembakaran rumput.
 
Dilansir dari laman jatengprov.go.id, Ganjar mengatakan, pembakaran sampah maupun sisa pertanian dari lahan dekat dengan jalan tol, sangat membahayakan pengemudi.

Sebelumnya, di Tol Pejagan-Pemalang telah terjadi kecelakaan beruntun, akibat kumpalan asap yang menghalangi pandangan pengemudi.

Baca juga: KECELAKAAN MAUT di Jalan Tol Pejagan-Pemalang, 13 Mobil Tabrakan Beruntun, 1 Meninggal, Ini Awalnya

Baca juga: Megawati Ancam Pecat Kader PDIP yang Bermanuver dalam Pilpres 2024, Siapa, Ganjar Pranowo?

 Bahkan, kejadian tersebut telah menelan satu orang korban jiwa. Karenanya, orang nomor satu di Jawa Tengah itu langsung reaktif saat melihat asap yang menghalangi perjalanan dinasnya dari Klaten.
 
 Ia menegur sejumlah orang yang berada di lokasi, dan meminta untuk memadamkan api tersebut.
 
 “Tadi saya sudah komunikasi dengan teman bupati/ wali kota di mana daerahnya dilewati tol, hentikan, dekati warga untuk tidak boleh membakar jerami atau sejenisnya. Karena ini yang menjadi persoalan,” ujarnya, Senin (19/9/2022).
 
 Selain itu, Ganjar juga sudah memerintahkan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah untuk turun, dan bekerja sama dengan pengelola tol serta kepolisian. Hal itu untuk mengecek titik-titik potensi adanya pembakaran.
 
 "Agar mengecek titik-titiknya, di mana kalau perlu dalam kondisi hasil panen mulai selesai sekarang, dan tanahnya mau diolah biasanya secara tradisional mereka membakar. Ini bisa dicek,” tuturnya.
 
 Ganjar meminta pengawasan dilakukan secara detil. Bahkan, jika perlu menggunakan drone.
 
 “Mungkin butuh drone untuk mengecek, bisa tahu titik apinya di mana, hentikan, dan edukasi masyarakat. Kalau tidak bisa, (dapat) membahayakan seperti kemarin,” ujarnya. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved