Breaking News:

Keraton di Cirebon

Ungkap Jejak Keraton Cirebon di Masjid Al-Karomah, Dulu Menggantung di Sungai hanya Ditopang Pohon

Terbukti selain adanya Masjid Agung Sang Cipta Rasa di lingkungan Keraton Kasepuhan sebagai salah satu keraton di Cirebon, juga ada masjid yang didiri

Editor: dedy herdiana
Dok. Tribunjabar.id
Masjid Al-Karomah di Desa Depok, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. 

Ia hanya mengungkapkan salah satu kegiatan khusus yang diselenggarakan di masjid, yakni tirakat yang biasa dilakukan pada malam hari, terutama setelah Shalat Isya.

Selain itu di diketahui bahwa warga di Desa Depok. Setiap tahun, Desa Depok, rutin menyelenggarakan haul para sesepuh desa, terutama Syekh Pasiraga.

Menurut kisah yang berkembang di masyarakat, desa ini menyimpan bukti sejarah perkembangan agama Islam pada masa lalu.

Sebanyak 25 sesepuh dikebumikan di beberapa wilayah desa ini. Di antaranya, Syekh Maujud dan Syekh Pasiraga bin Pangeran Ramangkurat bin Syekh Syarif Hidayatullah atau yang disebut dengan Sunan Gunung Jati.

Haul Sesepuh Desa Depok ini adalah upaya masyarakat desa untuk menghormati dan mendoakan para pendahulu yang sholeh. Kegiatan untuk memperingati hari wafat ini berisi tahlil keliling, Takhtiman Al-Qur’an Bil Ghoib (Sema’an), dan tablig akbar. Pada 2017, Desa Depok menyelenggarakan kegiatan haul ke-47.

Namun, ada kisah lain mengenai Syekh Pasiraga. Dia konon merupakan seorang pendatang dari Demak, yang datang ke Cirebon untuk belajar agama Islam. Dia pun menjadi salah satu murid Syekh Syarif Hidayatullah selama beberapa waktu. Setelah ilmu agamanya bertambah, Syekh Pasiraga menyebarkan agama Islam hingga Tanah Pasundan.

Masjid Al-Karomah Depok tercatat sebagai salah satu masjid yang menjadi destinasi wisata religi di wilayah Cirebon. Jika merindukan suasana yang jauh dari kebisingan kota, masjid ini sayang jika harus dilewatkan. Boleh jadi sejarah tentang masjid ini terputus oleh keheningan untuk sementara waktu atau hilang terlena kesunyian suasana masjid yang memberikan ketenangan. 

Masjid yang Dulunya Menggantung di Atas Sungai, Hanya Disangga Pohon Jamblang

Sementara itu dilansir Tribuncirebon.com dari Tribunjabar.id, Masjid Al-Karomah ini konon dulunya sebagai masjid yang menggantung di atas sungai, hanya ditopang pohon Jamblang.

Hal itu dikatakan oleh salah seorang juru kunci yang bernama Ahmad Panani (39).

Ia mengatakan bangunan utamanya, berukuran sekitar 10 meter x 10 meter. Di dalamnya ada 12 tiang kayu jati yang masih kokoh menyangga masjid tersebut.

"Masjid ini dulunya persis menggantung di atas Sungai Kali Jamblang. Uniknya, masjid ini hanya ditopang oleh Pohon Duwet atau Pohon Jamblang. Namun, tahun 2007, dibuatkan senderan, sehingga tidak lagi tepat di atas sungai tersebut," katanya saat ditemui di Masjid Al-Karomah, Desa Depok, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Senin (19/11/2018).

Selain itu Ahmad Panani juga mengatakan di dalam ruangan yang lebih gelap ada batu yang ditutupi oleh genteng. Ukurannya sekitar 0,5 meter × 0,5 meter.

"Batu itu merupakan petilasan orang-orang pendiri masjid ini," katanya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved