Breaking News:

Keraton di Cirebon

Ungkap Jejak Keraton Cirebon di Masjid Al-Karomah, Dulu Menggantung di Sungai hanya Ditopang Pohon

Terbukti selain adanya Masjid Agung Sang Cipta Rasa di lingkungan Keraton Kasepuhan sebagai salah satu keraton di Cirebon, juga ada masjid yang didiri

Editor: dedy herdiana
Dok. Tribunjabar.id
Masjid Al-Karomah di Desa Depok, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. 

Bangunan yang letaknya paling belakang adalah bangunan utama yang keasliannya masih dipertahankan.

Di atas bangunan ini ada dua mustaka yang menjadi tanda bahwa bangunan itu merupakan tempat peribadatan.

Atap masjid dibuat bertingkat dua dengan mustaka berupa mahkota yang bentuknya lebih besar daripada yang ada di bagian atas ruang mihrab.

Tampak dari arsitektur yang ada di dalamnya, bangunan itu telah berusia ratusan tahun. Ada beberapa saka guru dan rangka yang terbuat dari kayu yang menopang bangunan. Bangunan ini dikhususkan sebagai tempat beribadah bagi jamaah pria, sedangkan jamaah perempuan disediakan di ruangan khusus (pawestren) yang letaknya di sebelah bangunan utama.

Ada aturan tidak tertulis yang mengungkapkan bahwa jamaah perempuan tidak diizinkan untuk memasuki bangunan utama.

Di dalam kompleks masjid juga dapat ditemukan beberapa makam. Menurut juru kuncen bernama Hasyim, sebagian adalah makam warga setempat dan sebagian merupakan makam para wali suci. Makam yang dipagari secara khusus itu sering dikunjungi jamaah dari berbagai daerah. Mereka membacakan doa-doa yang diselingi dengan selawatan.

Bagian dalam Masjid Al-Karomah di Desa Depok, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon.
Bagian dalam Masjid Al-Karomah di Desa Depok, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. (Dit.PCBM/Foto: Suparno)


Belum banyak penelitian soal masjid ini

Masjid kuno yang bernama Masjid Al-Karomah ini belum banyak yang melakukan penelitian.

Padahal ada cerita menarik terkait masjid yang di belakang kompleksnya terdapat Kali Jamblang ini.

Sungai Kali Jamblang yang saat itu airnya sedang surut karena kemarau, ternyata mempunyai kisah yang dipercaya masyarakat setempat.

Pada zaman dulu, setiap kali air sungai meluap dan menerjang sebagian bangunannya, masjid tetap kokoh.

Arus air yang deras seakan menghindari mihrab masjid ini sehingga bangunan itu tidak roboh.

Namun sayang saat dikonfirmasi kepada juru kunci, Hasyim, ia mengaku tidak pernah membicarakan soal asal usul atau kisah dibalik Masjid Al-Karomah.

Padahal diakuinya bahwa pekerjaan sebagai juru kunci atau kuncen yang dijabat Hasyim telah turun-temurun. Dia bertugas menggantikan ayahnya yang menurut pengakuannya tidak pernah membicarakan sejarah masjid ini. Maka saat itu, Hasyim pun berlaku sama. Dia tak meributkan soal asal usul masjid dan menginginkan siapa pun yang berkunjung ke masjid ini untuk khusyuk beribadah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved