Breaking News:

Sosok Rentenir yang Robohkan Rumah Warga di Garut Syok Berat, Didatangi TNI hingga Diperiksa Polisi

Sosok berinisial A terduga pelaku perobohan rumah milik Undang lantaran tidak sanggup membayar hutang diketahui mengalami syok berat.

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Sidqi Al Ghifari
Kuasa hukum A, Firman Saepul Rohman (kiri) saat menunjukan bukti pembelian tanah, Minggu (18/9/2022). 

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Sosok berinisial A terduga pelaku perobohan rumah milik Undang lantaran tidak sanggup membayar hutang diketahui mengalami syok berat.

Disebutkan, A mengalami susah makan saat kasusnya tersebut menjadi sorotan masyarakat, karena A terkait dengan kasus rumah dirobohkan rentenir, terlebih rumah itu merupakan bantuan Kodam III/Siliwangi.

Kondisi A tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum A, Firman Saepul Rohman.

"Kondisinya syok sekarang, ngedown, kalo kondisi fisiknya sehat cuman dari psikologis kelihatan down, tidak bisa makan juga," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di kawasan Pemda, Minggu (18/9/2022) malam.

Firman menyebut kondisi kliennya itu memburuk setelah menjalani rangkaian pemeriksaan di Polres Garut.

"Iya susah makan, gak bisa makan karena ada kedatangan dari Kodim terus setelah pemeriksaan di Polres juga," ucapnya.

Baca juga: HEBOH Tak Sanggup Bayar Utang Rp 1,3 Juta, Rumah Warga di Garut Dirobohkan Rentenir

Ia menjelaskan kliennya itu tidak melakukan perobohan rumah milik Undang (47).

Rumah tersebut menurutnya sudah menjadi hak kliennya lantaran sudah ada jual beli antara saudara kandung Undang pada tanggal 7 September 2022.

"Saat itu Entoh, saudaranya Undang menjual rumah itu, karena rumah itu budel waris kepemilikan orang tua, bukan rumah Undang seorang," ujarnya.

Puing-puing rumah milik Undang (42) warga Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rumahnya rata dengan tanah setelah tidak sanggup membayar utang.
Puing-puing rumah milik Undang (42) warga Kampung Haurseah, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rumahnya rata dengan tanah setelah tidak sanggup membayar utang. (Tribun Jabar/Sidqi)

Pada saat perobohan rumah tersebut, Firman menyebut hal itu  bukan dilakukan oleh kliennya melainkan oleh saudara kandung Undang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved