Breaking News:

6096 Wanita di Indramayu Akan Jadi Janda Muda, Ada yang Masih 20 Tahun, Ini Penyebab Cerai

Atau dengan kata lain, 6.096 wanita bakal menjadi janda muda menjelang akhir tahun 2022 ini.

NET
Ilustrasi janda muda 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pengadilan Agama mencatat angka perceraian di Kabupaten Indramayu hingga Agustus 2022 sudah mencapai 6.096 perkara.

Angka perceraian ini pun terbilang cukup tinggi atau jika dirata-rata ada sekitar 600-700 pasangan yang memilih mengakhiri hubungan mereka.

Ironisnya, dari sekian banyak perkara, mayoritas didominasi oleh pasangan muda mulai dari usia 20 tahun sampai dengan 40 tahun.

Atau dengan kata lain, 6.096 wanita bakal menjadi janda muda menjelang akhir tahun 2022 ini.

Baca juga: Janda Muda Dibawa Kabur Pria Kenalannya yang Ngaku Kerja di Pelayaran, Dipaksa Lakukan Ini

Baca juga: Roro Fitria Akhirnya Ungkap Alasan Gugat Cerai Andre Irawan, Lindungi Bayinya dari Ini

Ketua Pengadilan Agama Indramayu, Muhammad Kasim mengatakan, dari 6.096 perkara yang diketuk palu, sebanyak 4.445 kasus di antaranya adalah istri yang mengajukan gugatan.

"Sisanya sebanyak 1.651 kasus, suami yang mengajukan talak," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (18/9/2022).

Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Indramayud
Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Indramayu

Muhammad Kasim mengakui, Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah di Jawa Barat dengan kasus angka perceraian yang tinggi.

Bahkan, kata dia, dalam 1 tahun tidak jarang ada 9 ribu sampai 10 ribu pengajuan perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Indramayu.

Baca juga: Janda Muda 21 Tahun Pilih Jadi PSK di Puncak Demi Beli Susu Anak Balitanya, Suka Pelanggan Asing

Selain permohonan perceraian, Pengadilan Agama Indramayu juga banyak menerima pengajuan dispensasi nikah atau permohonan nikah di bawah usia yang ditetapkan pemerintah, yakni kurang dari 19 tahun.

"Ajuan dispensasi nikah juga banyak, di Agustus ini sudah mencapai 424 permohonan," ujar dia.

Adapun alasan tingginya angka perceraian di Kabupaten Indramayu, disampaikan Muhammad Kasim, mayoritas didominasi karena faktor ekonomi.

Selain itu juga ada yang berasalan karena berpisah terlalu lama hingga kurang mendapat nafkah.

"Alasan kuatnya biasanya ekonomi, terus ditinggal terlalu lama sehingga tidak ada nafkah untuk anak-anak," ucapnya.

Sementara pada tahun 2021, Pengadilan Agama Indramayu diketahui mencatat kasus perceraian yang diputuskan ada sebanyak 8.519 putusan dan jumlah  perceraian di Kabupaten Indramayu dispensasi nikah mencapai 625 perkara.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved