Breaking News:

Anggaran Makan Santri Dikorupsi

BREAKING NEWS: Kejari Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Makan Santri di Indramayu, Ada Mantan Pejabat

Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu menetapkan 4 orang tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi belanja makan minum (mamin) harian santri Tahfiz

Istimewa
Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu menetapkan 4 orang tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi belanja makan minum (mamin) harian santri Tahfizh Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2020.  

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman


TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu menetapkan 4 orang tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi belanja makan minum (mamin) harian santri Tahfizh Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2020. 

Keempaat tersangka itu terdiri dari 2 orang mantan pejabat pada Setda Kabupaten Indramayu, 1 orang dari unsur pengadaan, dan 1 orang dari unsur pelaksana kegiatan.


Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Indramayu, Gunawan mengatakan, mantan pejabat pada Setda Kabupaten Indramayu itu adalah masing-masing berinisial A dan TH.

Baca juga: Upaya Berantas Korupsi di Majalengka, Kejari: Tiga Tahun Tiga Perkara Sudah dan Sedang Diselidiki


"Sedangkan satu orang tersangka berasal dari unsur pejabat pengadaan yakni N serta satu orang lagi dari unsur pelaksana kegiatan yakni tersangka EN," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (16/9/2022).

Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu menetapkan 4 orang tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi belanja makan minum (mamin) harian santri Tahfizh Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2020. 
Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu menetapkan 4 orang tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi belanja makan minum (mamin) harian santri Tahfizh Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2020.  (Istimewa)


Gunawan menyampaikan, dari hasil penyidikan yang sudah dilakukan, Kejari Indramayu memperoleh alat bukti yang mendukung dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan para tersangka.

Baca juga: Rumah Tahfidz di Indramayu Diduga Lakukan Korupsi, Kejari Menaikkan Statusnya Jadi Penyidikan


Alat bukti itu sesuai peran dan kedudukannya masing-masing.


Sehingga, kemudian dalam pelaksaan kegiatan pengadaan makan dan minum santri penghafal Al-Quran diduga menimbulkan kerugian negara.


Gunawan tidak menyebut secara pasti nominal uang negara yang dirugikan karena ulah para tersangka, namun kerugian tersebut tidak sedikit.


"Kerugian keuangan negara yang ditimbulkan tidak sedikit dan mencapai nilai ratusan juta rupiah," ujar dia.


Penetapan keempat tersangka tersebut dilaksanakan berdasarkan surat perintah Kepala Kejari Indramayu.


Hal ini sekaligus merupakan langkah awal dalam rangka mengungkap lebih lanjut peristiwa dugaan penyimpangan serta perbuatan melawan hukum yang dilakukan tersangka sesuai dengan perananannya masing-masing.


"Sehingga kemudian diperoleh fakta-fakta hukum yang memenuhi unsur yang disangka kan terhadap para tersangka yakni melanggar pasal 2 ayat 1 Undang Undang Tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1  KuHPidana Jo Pasal 3 Undang Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved