Breaking News:

Fraksi PKS Angkat Pamflet Saat Sidang Paripurna, Ketua Fraksi Sebut PKS Keukeuh Tolak Kenaikan BB

Aksi selebrasi dengan membawa pamflet penolakan kenaikan BBM dilakukan Fraksi PKS saat Sidang Paripurna DPRD Kuningan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Fraksi PKS melakukan selebrasi dengan membawa pamflet penolakan kenaikan BBM dilakukan saat Sidang Paripurna DPRD Kuningan, Kamis (15/9/2022). 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Aksi selebrasi dengan membawa pamflet penolakan kenaikan BBM dilakukan Fraksi PKS saat Sidang Paripurna DPRD Kuningan.

Selebrasi itu sebagai bentuk keseriusan dalam penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah pusat.

Demikian hal itu dikatakan Ketua Fraksi DPRD Kuningan Hj Etik Widiati saat memberikan keterangan kepada TribunCirebon.com, Kamis (15/9/2022).

Menurut Etik, penolakan kenaikan harga BBM di sela kegiatan Sidang Paripurna DPRD Kuningan ini, sebagai pengingat kepada pimpinan DPRD dan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan) yang ikut melakukan penolakan kenaikan BBM.

"Sebagai bentuk keseriusan, kami lakukan penolakan kenaikan BBM tidak hanya di jalan. Melainkan perlakuan penolakan kenaikan BBM juga dilakukan di parlemen, juga kepada PDIP sangat mengapresiasi  dengan sikap penolakan kenaikan harga BBM juga, semoga perjuangan ini bisa menjadi pengabulan pemerintah agar harga BBM turun kembali," kata Etik.

Baca juga: Sidang Paripurna di DPRD Kuningan Kisruh, Ada Anggota yang Walk Out hingga Selebrasi Tolak BBM Naik

Tidak hanya itu, Etik mengungkap keseriusan penolakan kenaikan harga BBM ini sebagai alat bantu dalam mengawal perjuangan aktivis mahasiswa Cipayung plus yang juga telah melakukan aksi hingga diterima oleh para pimpinan DPRD Kuningan.

"Perjuangan kita dalam melakukan penolakan kenaikan harga BBM itu keukeuh. Sebab, dampak kenaikan BBM ini sangat terasa pada masyarakat di bawah. Terus juga, kami di parlemen ini sepakat mengawal aspirasi yang dilakukan mahasiswa saat demo tolak kenaikan BBM," katanya.

Di sisi lain, Etik mengatakan, untuk hadir menyetujui penetapan Raperda penyertaan modal PDAM dengan catatan sudah diketahui bersama bahwa air menjadi kebutuhan pokok.

"Yang sangat kita prioritaskan dalam kebutuhan hajat hidup. Kemudian yang kedua terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan ketua karena di awal sudah menyampaikan menindaklanjuti kesepakatan penolakan BBM yang dilakukan tidak merespon tentang penolakan BBM padahal jelas dalam jawaban Bupati di sana juga disampaikan bahwa dampaknya untuk APBD perubahan," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved