Breaking News:

Puluhan Warga di Karawang Kembali Keracunan Gas Soda Api Produksi Anak Perusahaan Sinarmas

Puluhan warga yang terpapar langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Korban mengalami gejala lemas dan pingsan usai menghirup gas yang diproduksi

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Cikwan Suwandi 
Puluhan Warga di Karawang Kembali Keracunan Gas Soda Api Produksi Anak Perusahaan Sinarmas, Rabu (14/9/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNCIREBON.COM,KARAWANG- Lagi-lagi, diduga terjadi kebocoran gas caustic soda plant ( soda api) di perusahaan PT Pindodeli 2.

Akibatnya puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Karawang mengalami keracunan gas, Rabu (14/9/2022).

Puluhan warga yang terpapar langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Korban mengalami gejala lemas dan pingsan usai menghirup gas yang diproduksi anak perusahaan Sinarmas tersebut.

"Rasanya pusing dan mual. Bahkan mata terasa perih," kata Suhendar (25).

Baca juga: Diduga Keracunan Makanan Nasi Kotak Syukuran Pulang Haji, 120 Orang di Sukabumi Dilarikan ke Faskes

Setelah sebagian besar warga merasakan hal serupa, mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Rosela oleh pihak pemerintah desa.

Kejadian ini bukan pertama kali. Hampir setiap tahun warga sekitar pabrik tersebut mengalami keracunan karena kebocoran gas produksi caustic soda.

Puluhan Warga di Karawang Kembali Keracunan Gas Soda Api Produksi Anak Perusahaan Sinarmas, Rabu (14/9/2022).
Puluhan Warga di Karawang Kembali Keracunan Gas Soda Api Produksi Anak Perusahaan Sinarmas, Rabu (14/9/2022). (Tribunjabar.id/Cikwan Suwandi )

Humas Pindodeli 2, Andar mengatakan awalnya hanya 20 warga yang mengalami gejala lemas dan pingsan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Namun jumlah itu terus bertambah sehingga menyentuh angka 42 korban.

Andar menambahkan, Pindodeli 2 sudah menutup proses produksi di Caustic Soda Plant untuk mencegah munculnya korban baru.

"Kami hentikan dulu produksi di line itu untuk mengecek secara tuntas penyebab pembakaran tidak sempurna," katanya kepada wartawan.

Pindodeli 2 berjanji akan membiayai seluruh proses pengobatan korban sampai sembuh. Perusahaan juga akan bertanggungjawab atas kerugian yang diderita korban.

Ia juga membantah adanya kebocoran. Melainkan pembakaran yang tidak sempurna.

"Kami sudah berkoordinasi dengan aparatur desa, Polsek, dan pihak terkait di kecamatan dan kabupaten," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved