Breaking News:

Keraton di Cirebon

Pulantara, Bangunan Tua Berusia 400 Tahun yang Pernah Roboh di Keraton Kanoman, Tak Lagi Menyeramkan

Tahun 2011 lalu, berita tentang bangunan roboh di Keraton Kanoman sempat membuat geger warga Cirebon, bahkan hingga me- nasional.

Editor: dedy herdiana
bpcb banten
Bangunan Pulantara di Keraton Kanoman sebelum direvitalisasi, tampak menyeramkan. 

TRIBUNCIREBON.COM - Tahun 2011 lalu, berita tentang bangunan roboh di Keraton Kanoman sempat membuat geger warga Cirebon, bahkan hingga me- nasional.

Tak sedikit media yang memberitakan peristiwa runtuhnya sebuah bangunan yang bernama Pulantara di Keraton Kanoman sebagai salah satu keraton di Cirebon yang sudah terkenal menjadi objek wisata.

Terungkap sebelum roboh, bangunan yang berada di bagian belakang paling ujung Keraton Kanoman tampak kurang terawat.

Baca juga: Tradisi Apeman di Keraton Kasepuhan Cirebon, Menolak Bala di Bulan Safar, Bagikan Kue untuk Warga

Saat itu, bangunan berdenah persegi panjang dan menghadap ke selatan tersebut masih dikelilingi pepohonan rindang. Panjangnya ±24,80 meter, lebar ±13 meter, dan tinggi ±9,50 meter.

Sebagian dindingnya roboh dan sebagian besar atapnya runtuh. Kondisi kusen-kusen pun sangat memprihatinkan. Bentuknya pun tidak lagi indah, bahkan cenderung menyeramkan

Robohnya bangunan tersebut seperti yang sudah disebut di awal, disebabkan oleh faktor alam berupa angin kencang yang terjadi pada tanggal 29 Maret 2011, pukul 17:40 WIB. Di hari itu wilayah Kota Cirebon dilanda hujan yang disertai angin kencang.

Akibat cuaca buruk itu atap dan rangka atap bangunan Pulantara runtuh. Selain faktor cuaca, faktor pelapukan atap bangunan juga mempengaruhi terjadinya runtuhnya atap bangunan yang sudah berumur ± 400-an tahun.

Kondisi bangunan Pulantara di Keraton Kanoman sebelum direvitalisasi
Kondisi bangunan Pulantara di Keraton Kanoman sebelum direvitalisasi. (Dit PCMB)

Hingga tahun 2015, bangunan Pulantara masih belum dapat direnovasi dan hanya dibiarkan begitu saja sehingga kesan menyeramkan itu terjadi hampir selama 5 tahun.

Baru pada tahun 2016, kondisi bangunan Pulantara yang sangat memprihatinkan mulai ada tanda-tanda akan direnovasi atau dipugar.

Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman memberikan perhatian besar terhadap kelestarian bangunan ini.

Baca juga: Mengungkap Makna Tawurji bagian dari Tradisi Rebo Wekasan yang Digelar di Keraton Kanoman Cirebon,

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved