Breaking News:

Harga Cabai dan Bawang Jadi Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi di Majalengka 

Angka inflasi di Kabupaten Majalengka meningkat dalam beberapa bulan terakhir, akibat mahalnya harga cabai dan bawang

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka Karna Sobahi menyebutkan kenaikan harga cabai dan bawang jadi penyebab inflasi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Angka inflasi di Kabupaten Majalengka meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan angka inflasi terjadi akibat mahalnya harga cabai dan bawang serta komoditas lainnya.

Hal itu diungkapkan Bupati Majalengka, Karna Sobahi kepada Tribun, Rabu (14/9/2022).

Menurutnya, dalam rapat koordinasi antisipasi dampak kenaikkan BBM dan Pangan bersama semua OPD dan unsur Forkopimda pada Selasa (13/9/2022), Karna juga telah menyampaikan hal tersebut.

Baca juga: Ini Langkah Pemkot Cirebon Mengantisipasi Inflasi Pascakenaikan Harga BBM

Untuk menekan angka inflasi, Pemerintah Kabupaten Majalengka akan memastikan komoditas pertanian tersedia dengan cukup dan tidak dilempar ke luar hingga kebutuhan di Majalengka terpenuhi.

"Kita akan mengoptimalkan produk pertanian untuk tidak dijual keluar daerah sebelum pasar lokal terpenuhi, sekaligus untuk menstabilkan harga di pasaran," ujarnya.

Selain itu, jelas dia, produk pertanian dianggap mampu mendukung ketahanan ekonomi masyarakat sehingga bisa menekan angka inflasi.

Serta membantu laju pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Sejumlah harga komoditas sayuran di Majalengka tinggi karena produksi pertanian ini sebagian besar dibawa keluar daerah oleh tengkulak," ucap orang nomor satu di Majalengka itu.

Masih menurut Bupati, bahwa selama ini para petani di Majalengka hanya menjadi pekerja mulai menanam hingga panen.

Hal itu setelah petani mendapatkan modal dari tengkulak sehingga begitu panen hasil langsung dibawa keluar.

"Konsumen di Majalengka yang memiliki dampak harga mahal setelah barang dibawa kembali ke Majalengka,” jelas Karna.

Karna menambahkan, Satgas pangan juga harus benar-benar efektif memonitoring harga dan stok pangan termasuk komoditas sayuran.

Sehingga, stok pangan tersedia di Majalengka, karena hal tersebut yang paling berpengaruh terhadap inflasi.

"Saya juga telah menginstruksikan Camat Argapura dan Lemahsugih yang wilayahnya menjadi penghasil komoditas sayuran, seperti cabe merah, bawang merah, kentang, wortel, bawang daun serta beragam komoditas lainnya untuk mendata berapa jumlah petani yang berhubungan dengan tengkulak."

"Setelah itu petani yang berhubungan dengan tengkulak utangnya akan dibayar oleh pemerintah, agar ke depan petani bisa mengolah lahan dan modal sendiri sehingga keuntungan dinikmati petani, dampaknya harga jual ke konsumen juga tidak terlalu mahal,” katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved