Breaking News:

Pemilik Gudang Gas LPG yang Menggunakan Gas Melon untuk Mengisi Gas Nonsubsidi Ditetapkan Tersangka

Jajaran Polresta Cirebon menggerebek gudang gas elpiji di Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Senin (12/9/2022).

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Ribuan tabung gas melon yang digunakan untuk mengisi gas nonsubsidi di gudang yang digerebek Polresta Cirebon di Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Senin (12/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Jajaran Polresta Cirebon menggerebek gudang gas elpiji di Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Senin (12/9/2022).

Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan praktik penyalahgunaan gas melon untuk mengisi gas nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram, 12 kilogram, hingga 50 kilogram.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, mengatakan, pemilik gudang tersebut yang berinisial AR telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Polresta Cirebon Gerebek Gudang Gas Elpiji, Gunakan Gas Melon untuk Mengisi Gas Nonsubsidi

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman (kedua kiri), beserta jajarannya saat menunjukkan sejumlah barang bukti dalam penggerebekan gudang gas elpiji di Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Senin (12/9/2022).
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman (kedua kiri), beserta jajarannya saat menunjukkan sejumlah barang bukti dalam penggerebekan gudang gas elpiji di Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Senin (12/9/2022). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Saat ini, menurut dia, AR telah diamankan di Mapolresta Cirebon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut mengenai praktik penyalahgunaan gas melon itu.

"Saat penggerebekan, kami mengamankan AR dan dua orang lainnya di gudang ini untuk dimintai keterangan," kata Arif Budiman saat ditemui di lokasi penggerebekan.

Ia mengatakan, dua orang tersebut bertugas mengirim gas elpiji dan petugas keamanan gudang yang hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

Pihaknya memastikan, gudang itu tidak berizin dan dari hasil pemeriksaan juga diketahui telah menyalahgunakan gas melon untuk mengisi gas nonsubsidi sejak tiga bulan terakhir.

Padahal, gas melon yang merupakan gas subsidi tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu maupun pelaku UMKM.

"Tersangka menggunakan gas melon untuk mengisi gas nonsubsidi demi keuntungan pribadinya dan ini jelas-jelas melanggar hukum," ujar Arif Budiman.

Tindakan itu melanggar Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Arif menyampaikan, atas perbuatannya, AR juga terancam hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda paling banyak Rp 60 miliar.

"Kami juga mengamankan ribuan tabung gas melon, tabung gas ukuran 5,5 kilogram, 12 kilogram, hingga 50 kilogram, dan lainnya sebagai barang bukti," kata Arif Budiman.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved