Breaking News:

Kades di Kuningan Jual Gas Oplosan

BREAKING NEWS Selama Dua Tahun Oknum Kades di Kuningan Jual Gas Nonsubsidi Oplosan dari Gas Melon

Kades diringkus polisi gara-gara jual gas oplosan, memindahkan gas elpiji dari tabung gas bersubsidi ke tabung gas nonsubsidi untuk diperjualbelikan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Seorang kepala desa di Kuningan bernama Udi Sahudi diringkus polisi gara-gara jual gas oplosan, memindahkan gas elpiji dari tabung gas bersubsidi ke tabung gas nonsubsidi untuk diperjualbelikan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Seorang kepala desa bernama Udi Sahudi diringkus polisi gara-gara jual gas oplosan, memindahkan gas elpiji dari tabung gas bersubsidi ke tabung gas nonsubsidi untuk diperjualbelikan.

Udi Sahudi merupakan Kades Ciketak, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan yang juga memiliki usaha pangkalan distributor gas elpiji.

Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda mengatakan oknum Kepala Desa di Kecamatan Kadugede itu berhasil ditangkap setelah petugas Reskrim Polres Kuningan melakukan penyelidikan terkait adanya usaha gelap alias maling isi tabung gas bersubsidi dan untuk diperjualbelikan dengan harga nonsubsidi.

Baca juga: Polresta Cirebon Gerebek Gudang Gas Elpiji, Gunakan Gas Melon untuk Mengisi Gas Nonsubsidi

Ribuan tabung gas melon yang digunakan untuk mengisi gas nonsubsidi di gudang yang digerebek Polresta Cirebon di Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Senin (12/9/2022).
Ribuan tabung gas melon yang digunakan untuk mengisi gas nonsubsidi di gudang yang digerebek Polresta Cirebon di Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Senin (12/9/2022). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

"Awal keberhasilan pengungkapan itu dari petugas Reskrim Polres Kuningan yang mengetahui ada usaha gelap yang terjadi di Desa Ciketak, Kecamatan Kadugede," kata Kapolres AKBP Dhany Aryanda kepada awak media tadi sore, Senin (12/9/2022).

Tindakan tidak terpuji yang dilakukan perangkat desa tersebut, kata Dhany, para pekerjanya di pangkalan memindahkan gas dari tabung 3 Kg ke tabung gas 12 Kg.

"Rata - rata dari empat tabung gas bersubsidi ukuran 3 kg, Bisa mengisi tabung gas non subsidi yang berukuran 12 kg. Dari usaha bisnisnya, dia mendapat untung Rp 100 ribu pertabung ukuran 12 kg dari harga normal di pasaran Rp 220 ribu," katanya.

Mengenai usaha gelap yang dilakukan, menurut keterangan tersangka kepada petugas kepolisian, kegiatan itu sudah berlangsung kurang lebih selama 2 tahun. Sedangkan terjun sebagai pedagang gas itu sudah berlangsung sekitar 5 tahun.

"Tersangka mengaku untuk usaha gas itu sudah lima tahunan. Kemudian, usaha nakal seperti melakukan oplosan gas bersubsidi ini sekitar 2 tahunan," ujarnya.

Selain itu, masih kata Kapolres AKBP Dhany Aryanda mengatakan, tersangka alias oknum kades ini  berperan sebagai pemilik pangkalan dan kegiatan tersebut sepengetahuan oleh tersangka.

"Selain bersangkutan, ada MS dan A ini melakukan aktifitas penyuntikan dari tabung gas ukuran 3 Kg ke tabung gas ukuran 5,5 kg dan tabung gas ukuran 12 kg yang kosong dalam 1 hari yaitu berhasil menyuntikan sekitar 10 tabung gas ukuran 12kg dan 20 tabung gas ukuran 5,5 kg,"  katanya.

Sedang keuntungan dari tabung gas ukuran 12 kg sekitar Rp100 ribu per tabung dan keuntungan dari 1 tabung ukuran 5,5 kg yaitu sekitar Rp 50 ribu.

"Dari kegiatan tidak baik itu, negara mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp.1.324.800.000," ujarnya. (*)

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved