Breaking News:

Banjir Bandang Sungai Ciloseh Menerjang Kampung Buninagara Kota Tasikmalaya, Belasan Rumah Jebol

Banjir bandang di Sungai Ciloseh terjadi menyusul hujan deras menyebabkan belasan rumah warga di Kampung Buninagara jebol

Editor: Machmud Mubarok
(tribun jabar/firman suryaman)
Warga Kampung Buninagara, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang menjadi korban banjir bandang Sungai Ciloses menjemur barang-barang rumah tangga yang sekiranya masih bisa diselamatkan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Belasan rumah di tepian Sungai Ciloseh, Kampung Buninagara, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, jebol diterjang banjir bandang.

Banjir bandang di Sungai Ciloseh terjadi Minggu (11/9) hingga Senin (11/9) dini hari, menyusul hujan deras yang turun sejak pukul 20.00 hingga pukul 23.00.

"Banjir bandang muncul sekitar tengah malam. Awalnya air hanya selutut, kami langsung menyelamatkan ke atas di tepian rel kereta api," kata Jajang (45), salah seorang warga, yang ditemui Senin (11/9) pagi.

Belasan rumah yang terendam rata-rata mengalami kerusakan dinding belakang rumah alias jebol oleh derasnya terjangan air sungai.

Baca juga: 8 Desa di Cianjur Diterjang Banjir, Ratusan Rumah Terendam dan Puluhan Warga Derita Gatal-gatal

Air langsung masuk dan merendam apa saja yang ada di dalam rumah. Mulai barang rumah tangga, elektronik hingga stok bahan makanan.

Beruntung dalam musibah tersebut tak ada warga yang menjadi korban. Padahal ketinggian air di dalam rumah lebih dari 1,5 meter.

"Ketinggian air sampai di hidung saya. Hal itu bisa terlihat dari garis bekas air yang terlihat di dinding," kata Jajang.

Petugas Kelurahan Nagarasari yang berada di lokasi, mencatat ada sekitar 11 rumah yang dijebol banjir bandang Sungai Ciloseh tersebut.

"Kami masih melakukan pendataan. Termasuk berapa kerugian yang diderita warga," kata salah seorang petugas.

Pemantauan di lokasi, warga mulai membersihkan rumah termasuk barang-barang yang sekiranya masih bis dimanfaatkan.

Sebagian dijemur di tepian rel kereta api relasi Tasikmalaya-Bandung, yang berada di atas permukiman warga. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved