Breaking News:

Ada Batu Berbunyi Seperti Gamelan di Arjasari Kabupaten Bandung, Mimiliki Nada Rendah Hingga Tinggi

Orang yang menemukan batu tersebut, merupakan Aktivis Budaya dan Lingkungan Hidup di Kabupaten Bandung, yakni Asep Sutajaya (45).

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Lutfi Ahmad Mauludin
Aktivis Budaya dan Lingkungan Hidup di Kabupaten Bandung, yakni Asep Sutajaya (45) saat memukul-mukul batu di dekat rumahnya, Kabupaten Bandung, yang diduga sebagai batu gamelan seperti yang ada di Situs Gunung Padang, Cianjur, Minggu (11/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Jika dilihat sebuah batu yang ada di  Kampung Tamansari, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, biasa saja, hanya memiliki bentuk yang datar seperti meja.

Namun, ternyata batu ini tak sama dengan batu pada umumnya, jika diketuk atau dipukul bisa mengeluarkan suara seperti gamelan. Terutama jika diketuk oleh batu yang lebih kecil.

Bahkan tak hanya memiliki satu suara, jika diketuk sisi kanan hingga kiri berbeda suara nadanya, memiliki nada rendah hingga nada tinggi. Ukurannya sekitar 95 X35 centimeter dan tebalnya sekitar 15 centimeter.

Orang yang menemukan batu tersebut, merupakan Aktivis Budaya dan Lingkungan Hidup di Kabupaten Bandung, yakni Asep Sutajaya (45).

Aktivis Budaya dan Lingkungan Hidup di Kabupaten Bandung, yakni Asep Sutajaya (45) saat memukul-mukul batu di dekat rumahnya, Kabupaten Bandung, yang diduga sebagai batu gamelan seperti yang ada di Situs Gunung Padang, Cianjur, Minggu (11/9/2022).
Aktivis Budaya dan Lingkungan Hidup di Kabupaten Bandung, yakni Asep Sutajaya (45) saat memukul-mukul batu di dekat rumahnya, Kabupaten Bandung, yang diduga sebagai batu gamelan seperti yang ada di Situs Gunung Padang, Cianjur, Minggu (11/9/2022). (Tribunjabar.id/Lutfi Ahmad Mauludin)

Ia mengaku, saat menemukan batu tersebut, tak mengetahui memiliki suara yang khas, seperti gamelan. Ia hanya tertarik dengan bentuknya datar yang seperti meja.

"Awalnya tertarik karena bentuknya datar, saya pikir bagus untuk dibuat meja di simpan di halaman," kata Asep, Minggu (11/9/2022).

Asep mengatakan, batu itu ditemukan tak jauh dari rumahnya dan asalnya dijadikan jembatan 2007, lalu diangkat pada  2012, dipindahkan ke dekat rumahnya.

"Setelah dipindahkan, tanpa sadar saya pukul-pukul, ternyata bunyinya kaya gamelan," ujar dia.

Baca juga: Menyingkap Tradisi Tenongan di Indramayu yang Selalu Digelar Usai Panen Raya, Ini Filosofinya

Asep juga mengaku tak menyangka batu tersebut memiliki bunyi, bahkan ada nada tinggi hingga nada rendah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved